Simak Tips Tetap Sehat saat Gunakan Toilet Umum

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi toilet duduk. victoriaplum.com

    Ilustrasi toilet duduk. victoriaplum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat menempuh perjalanan jauh atau sekedar jalan ke pusat keramaian, Anda mungkin tidak bisa menahan rasa ingin buang air. Sayangnya, banyak toilet umum yang dipenuhi dengan kuman dan bakteri karena tingkat higienitas yang rendah.

    Akibatnya, berbagai masalah kesehatan pun bisa dialami. Dokter mikrobiologi klinis, Wani Gunardi pun mau membagikan tips aman dan tetap sehat saat gunakan toilet umum.

    Pertama, ia menghimbau agar seseorang memilih toilet yang kering daripada basah. Sebab, toilet berlendir bisa meningkatkan perkembangan kuman dan bakteri. “Pilih yang kering. Kalau masih basah, coba minta petugas kebersihan untuk dikeringkan dulu agar virus dan bakterinya lebih minim,” katanya dalam acara Vixal Ingatkan Pentingnya Toilet dan Kamar Mandi Bersih dan Sehat di Jakarta pada Senin, 18 November 2019.

    Selanjutnya, seseorang juga disarankan untuk mengelap kursi dengan tisu jika menggunakan toilet duduk. Bukan tisu kering, namun Wani lebih menyarankan untuk memilih tisu basah dengan kandungan disinfektan di dalamnya. “Disinfektan itu baik untuk membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit,” ungkapnya.

    Jika seseorang memilih toilet jongkok, menyiram kloset dengan air sebelum digunakan juga dihimbau oleh Wani. Sebab, urine sering menyebar di sekitar toilet yang membuat virus dan bakteri cepat berkembang biak. “Kalau disiram, urine dan kotoran bekas orang lain bisa hanyut dan toilet pun lebih bersih dan nyaman untuk digunakan,” katanya.

    Selesai menggunakan toilet umum, tentu mencuci tangan tidak boleh dilewatkan. Sebab dari penutup kloset, gayung, flush, hingga gagang pintu pada tempat umum mengandung banyak bakteri dan virus yang tak kasat mata. “Tahap terakhir untuk mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan agar kita meninggalkan toilet dengan keadaan bersih,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.