Manfaat Makan Kepala Ikan bagi Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ikan salmon (Pixabay.com)

    Ilustrasi ikan salmon (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala adalah salah satu bagian ikan yang paling digemari banyak orang. Selain sensasi menggigit dan memisahkan tulang serta daging, makan kepala ikan ternyata punya berbagai manfaat kesehatan.

    Melansir dari situs Daily Hunt, India Today, dan Curejoy, berikut tiga nilai positif dari makan kepala ikan.

    Kaya protein
    Bukan rahasia lagi jika ikan sumber protein yang tinggi. Namun, dibandingkan dengan tubuh, bagian kepala justru paling besar nilai proteinnya. Bahkan, protein tersebut dinilai lebih sehat daripada jenis daging hewan lain.

    Kepala ikan juga dikenal rendah lemak jenuh, sehingga tidak akan meningkatkan kolesterol. Faktanya, jika mengganti daging merah dengan ikan, Anda bisa menurunkan risiko penyakit kronis ini.

    Kaya omega-3
    Kepala memiliki kandungan omega-3 paling tinggi dari bagian tubuh ikan lain. Tentu, Anda sudah tidak asing lagi dengan fungsi omega-3 yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Selain memicu fungsi otak untuk bekerja lebih baik dan pencegahan terhadap penurunan kesehatan mental, menurut beberapa penelitian, omega-3 bahkan dapat menangani depresi dan hiperaktif.

    Lemak omega-3 juga dapat menjaga kesehatan jantung sehingga bisa mengurangi kolesterol dan tekanan darah tinggi, yang menjadi dua faktor risiko utama penyakit jantung, seperti stroke dan detak jantung yang abnormal.

    Kaya vitamin A
    Otak dan lemak yang ada pada kepala ikan kaya vitamin A. Vitamin A sendiri penting untuk kekebalan tubuh. Selain itu, karena merupakan antioksidan alami, vitamin ini juga dapat melawan radikal bebas dan stres oksidatif sehingga tubuh tidak mudah sakit.

    Vitamin A juga berfungsi menjaga kesehatan mata. Selain gangguan mata seperti rabun jauh dan dekat, vitamin A dikenal baik untuk mencegah degenerasi makula alias kebutaan akibat bertambahnya usia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.