Musim Hujan, Dokter Ingatkan Penyakit Ini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk demam berdarah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit di musim hujan bukan hanya flu, diare, atau alergi, tetapi juga demam berdarah dengue (DBD). Kementerian Kesehatan mengungkapkan kondisi ini salah satunya karena banyaknya genangan air yang menjadi sarang nyamuk, seperti dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

    Demam dengue, penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti dengan penyebaran tercepat. Pada kasus yang lebih serius, demam dengue bisa mengarah pada demam berdarah dengue yang bisa berakibat kematian.

    WHO menyarankan tindakan cepat untuk meminimalisir penyakit dan kematian akibat penyakit ini, mengingat angka kasus yang tinggi di 2019, termasuk saat musim hujan. Mereka memperkirakan 2,5 miliar orang di seluruh dunia berisiko terkena dengue dan 70 persennya tinggal di negara-negara Asia Pasifik.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, antara lain kondisi iklim, lingkungan yang tidak bersih. Lalu, permukiman perkotaan yang tidak terencana dan urbanisasi yang cepat dapat menyebabkan peningkatan perkembangbiakan nyamuk, khususnya di daerah perkotaan dan semiperkotaan.

    Ahli kesehatan dr. Alni Magdalena mengatakan masyarakat sebaiknya mewaspadai nyamuk penyebab dengue pada pagi hingga sore hari. Menurut dia, kegiatan fogging atau pengasapan yang biasanya dilakukan pada pagi hari menyebabkan perilaku nyamuk berubah, menyerang juga pada sore hari.

    Kemudian, untuk mengurangi risiko terkena dengue, pastikanlah lingkungan bersih, yakni melalui gerakan 3M+, yakni menutup semua penampungan air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas, serta memanfaatkan ikan pemakan jentik. Selain itu, menaburkan larvasida atau obat pembunuh jentik ke tempat yang tidak mungkin dilakukan pengurasan air.

    Upaya pencegahan juga termasuk melakukan hal sederhana, yakni tidak menggantung pakaian karena nyamuk penyebab demam dengue menyukai aroma tubuh manusia. Begitu menurut spesialis penyakit tropik dan infeksi dari RSCM, dr. Leonard Nainggolan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.