Selain Masalah Sperma, Ini 2 Penyebab Pria Susah Punya Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sperma. Sumber: Getty Images/Science Photo Library RF/mirror.co.uk

    Ilustrasi sperma. Sumber: Getty Images/Science Photo Library RF/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Memiliki keturunan merupakan salah satu hal yang didambakan oleh setiap pria dan wanita yang sudah menikah. Sementara berdasarkan data World Health Organization (WHO) satu dari dua pasangan di negara berkembang mengalami masalah infertilitas, tidak terkecuali pasangan di Indonesia.

    Berdasarkan studi dari American Society for Reproductive Medicine mendefinisikan infertilitas sebagai kegagalan untuk hamil setelah hubungan seksual yang teratur tanpa pengaman selama 12 bulan atau lebih.

    Meningkatnya jumlah masyarakat yang kaya dengan gaya hidup secara signifikan telah memunculkan beberapa masalah baru yang mempengaruhi infertilitas. Antara lain masalah usia, berat badan, dan kebiasaan merokok.

    Selama ini berkembang stigma di masyarakat jika perempuan sebagai penyebab utama faktor infertilitas. Hal itu dikatakan Ahli fertilitas di Sunfert International Fertility Centre, Kuala Lumpur Eeson Sinthamoney, padahal menurutnya kedua belah pihak baik laki-laki dan perempuan berpotensi mengalami masalah fertilitas. "Penemuan kami hampir 40 persen pasangan disebabkan oleh kedua pihak bukan salah satu, dan hal tersebut cukup umum," ucap Eeson saat ditemui usai acara peluncuran program "Harapan Dua Garis" dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) di Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.

    Berikut faktor yang menyebabkan infertilitas pada pria seperti yang disampaikan Eeson:

    1. Masalah sperma
    Terdapat masalah dengan jumlah, mobilitas atau normalitas sperma. Menurut Eeson jumlah atau kualitas sperma yang rendah pada pria ditemukan 40 hingga 50 persen pasangan. Belum lagi kondisi sperma juga berpengaruh pada kondisi fertilitas pria, apakah sehat atau tidak.

    Namun menurut Eeson kesadaran pria memeriksakan dirinya ke ahli atau dokter telah meningkat cukup signifikan. "Di klinik kami kerap didatangi para pria yang datang ingin memeriksakan kondisi sperma mereka sebelum mengajak pasangannya," ucap Eeson.

    2. Kesulitan ereksi
    Dalam beberapa kasus, para pasangan yang sudah mengeri konsep berhubungan seksual yang benar, namun masih sulit dilakukan. Akibatnya pria tidak bisa memuaskan wanita karena mengaku kesulitan. Kondisi di atas disebut dengan disfungsi seksual untuk laki-laki ejakulasi dini atau kesulitan mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup lama. Jika tidak lekas diobati bisa menyebabkan infertilitas pada pria.

    3. Gaya hidup
    Para laki-laki yang punya kebiasaan merokok dan minuman keras, menurut Eeson berpotensi untuk mengalami infertilitas, sebab efek dari kebiasaan tersebut akan langsung mempengaruhi kondisi sperma. "Selain rokok juga soal berat badan, jika Anda kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, Anda harus mencoba dan mencapai berat badan yang sehat agar terhindar dari infertilitas" ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.