10 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi menyiram air untuk mengurangi dampak dehidrasi. Shutterstok

    ilustrasi menyiram air untuk mengurangi dampak dehidrasi. Shutterstok

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat tubuh merasa butuh asupan makanan, seseorang dapat mengetahuinya dengan segera. Seringkali perut berbunyi saat merasa lapar. Namun, peringatan yang diberikan oleh tubuh saat kekurangan cairan tidak seekstrem itu.

    Minum lebih sedikit air dibanding dengan yang harus dikeluarkan melalui keringat, urin, dalam beberapa situasi menyebabkan diare, muntah, bahkan kerusakan pada bagian vital tubuh. Untuk menghindari dehidrasi, yang dapat mengancam kesehatan tubuh, lihat beberapa tanda dari dehidrasi ringan yang dijelaskan oleh Christopher McStay, kepala operasional klinis dari UC Health Rumah Sakit Universitas Colorado. Berikut tandanya, dilansir dari Cosmopolitan.

    Merasa sangat haus
    Dehidrasi mempengaruhi konsentrasi cairan tubuh, seperti elektrolit, mineral bermuatan listrik yang berperan pada saraf untuk memberikan sinyal pada tubuh agar mengaktifkan proses metabolisme. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal, organ yang bertanggung jawab untuk mengatur volume darah dan urin, berusaha mencari bantuan. Sebagai respon, hipotalamus pada otak memicu rangsangan haus. Hal tersebut membuat Anda minum lebih banyak dari biasanya.

    Hilang nafsu makan
    Menurut McStay, dehidrasi ringan dapat menyebabkan mual yang menyebabkan hilangnya nafsu makan. Jika mengalami hal demikian, dianjurkan untuk minum satu gelas air sebelum makan.

    Merasa sangat lelah
    McStay mengungkapkan, “Saat tubuh kekurangan cairan, terutama air, otak merasa ada yang tidak beres dan menyuruh untuk beristirahat sejenak guna menurunkan risiko kehilangan lebih banyak cairan melalui fungsi tubuh, misal keringat."

    Sakit kepala
    Menurut McStay, para ahli tidak tahu persis alasan mengapa dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala. Namun, mereka semua setuju bahwa sistem tubuh, termasuk otak, saraf, dan sinus, yang berkontribusi dalam beberapa masalah sakit kepala, bergantung pada keseimbangan cairan dalam tubuh agar dapat berfungsi dengan benar.

    “Saat elektrolit dalam tubuh tidak seimbang, tubuh tidak selalu dapat mengimbanginya,” ujar McStay.

    Buang air kecil tidak lancar
    Saat tubuh kekurangan cairan, otak akan memberi tahu ginjal untuk menghemat cairan dengan cara menekan volume urin sehingga buang air kecil tidak lancar. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, seseorang akan buang air kecil setiap tiga atau empat jam sekali.

    Air seni berwarna kuning pekat
    Saat tubuh dehidrasi, ginjal akan berusaha menahan sebanyak-banyaknya air agar tidak keluar tanpa mengacuhkan tugas utama, mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Hal tersebut menyebabkan warna urin akan lebih gelap dari biasanya dan beraroma tidak sedap.

    Diare
    Mencret menyebabkan terbuangnya banyak cairan dalam tubuh. Hal tersebut dapat memicu dehidrasi.

    Sembelit
    Saat dehidrasi, usus bekerja keras untuk mengeluarkan sisa air, hal tersebut dapat memperlambat kerja usus sehingga menyebabkan sembelit.

    Elastisitas kulit berkurang
    “Kulit akan kekurangan elastisitasnya saat dehidrasi karena menyerap lebih sedikit air,” ujar McStay.

    Tidak fokus
    Merasa pusing, tidak fokus, bingung, segera hidrasi tubuh. Dehidrasi menyebabkan tekanan darah menurun. Saat tekanan darah menurun, aliran oksigen menuju otak terganggu sehingga menyebabkan tidak fokus. “Jika bukan segelas air, minuman berenergi atau air kelapa murni tidak dapat membantu, segera hubungi dokter,” ujar McStay.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.