Pentingnya Orang Tua Memahami soal Autisme dan Tanda-tandanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua kerap merasa khawatir bila ada sesuatu yang dinilai tidak normal pada anak dan menganggap ia mengalami autisme. Jutaan anak di dunia mengalami autisme dan yang dibutuhkan adalah perhatian sepenuhnya dari keluarga.

    Sayangnya, masih banyak orang yang belum paham benar apa itu autisme dan kondisi anak seperti apa sehingga disebut austistik. Berikut penjelasan dari Hello soal kondisi ini.

    Apa itu autisme?
    Autisme adalah kondisi perkembangan mental jangka panjang yang mempengaruhi bagaimana orang mempersepsikan dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Penderita autisme melihat, mendengar, dan merasakan dunia dengan cara berbeda dari orang lain dan menegaskan bahwa autisme bukan penyakit dan tak bisa disembuhkan.

    Seberapa umum autisme?
    Austisme bisa dialami oleh semua golongan orang dari berbagai bangsa dan latar belakang, tapi lebih banyak dialami laki-laki.

    Apa gejalanya?
    Yang paling umum adalah kelainan spektrum autisme (ASD), yaitu masalah komunikasi sosial dan interaksi.

    #Kemampuan berbicara
    *Kemampuan berbicara yang lambat, misalnya hanya mengenal 50 kata pada usia 2 tahun atau tak berbicara sama sekali.

    *Mengulang-ulang kata atau kalimat yang sama.

    *Nada bicara yang datar dan monoton.

    *Lebih memilih berbicara dengan satu demi satu kata meski sebenarnya mampu merangkai kalimat lengkap.

    #Respon terhadap orang lain
    *Tak ada respon ketika dipanggil, meski pendengaran normal.

    *Menolak dibelai oleh orang tua atau orang yang mengasuh.

    *Bereaksi negatif ketika diminta melakukan sesuatu.

    #Interaksi dengan orang lain
    *Tak peduli dengan keberadaan orang lain atau tak ada toleransi pada orang lain yang ada di dekatnya.

    *Kurang berminat berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak-anak sebayanya.

    *Tak menikmati kegiatan-kegiatan yang disukai anak-anak lain.

    *Memilih untuk bermain sendiri daripada mengajak teman-teman.

    *Jarang menggunakan bahasa tubuh atau ekspresi wajah saat berkomunikasi dan menghindari kontak mata.

    #Tingkah laku
    *Melakukan gerakan yang berulang-ulang, seperti menggoyang-goyangkan tangan, mengayunkan tubuh ke depan dan belakang, atau menjentik-jentikkan jari.

    *Memainkan mainan dengan cara yang diulang-ulang dan tak masuk akal, seperti menyusun balok-balok mainan berdasarkan ukuran atau warna yang sama dan bukan menyusunnya menjadi sebuah bentuk tertentu.

    *Memilih untuk melakukan hal yang sama setiap hari dan akan sangat gusar bila kebiasaan itu diubah.

    *Sangat menyukai atau tidak menyukai jenis-jenis makanan tertentu berdasakan tekstur atau warna makanan itu, juga rasanya.

    *Minat sensoris yang tak biasa, seperti senang mengendus-endus mainan, obyek, atau orang dengan cara yang tak lazim.

    Bagaimana mengatasi ASD?
    ASD tak bisa disembuhkan tapi ada beberapa cara perawatan dengan tujuan untuk memperbaiki kemampuan berkomunikasi. Aspek-aspek penting yang harus diperhatikan adalah:
    *Kemampuan berkomunikasi
    *Kemampuan berinteraksi
    *Kemampuan bermain yang imajinatif
    *Kemampuan akademis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?