Angela Gilsha Alami Usus Buntu, Ternyata Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto-foto di akun media sosialnya, Angela Gilsha terlihat lebih memilih berlibur ke tempat wisata pantai dan air terjun. Instagram/@angelagilsha

    Dalam foto-foto di akun media sosialnya, Angela Gilsha terlihat lebih memilih berlibur ke tempat wisata pantai dan air terjun. Instagram/@angelagilsha

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesinetron Angela Gilsha mengidap usus buntu. Hal tersebut diketahuinya setelah mengalami sakit perut dan demam tinggi. Berbicara tentang penyebab apendisitis, ia mengaku selalu menahan buang air besar (BAB).

    Angela juga menjelaskan BAB tersebut ditahan lantaran selalu syuting di tempat yang kurang bersih.

    “Karena di lokasi syuting toilet dan WC-nya kurang nyaman. Saya takut BAB duduknya jadi harus pindah lokasi baru bisa dibuang, lumayan ribet,” katanya.

    Namun, benarkah menahan buang air besar bisa menyebabkan usus buntu? Dokter spesialis anak konsultan gastroentrologi hepatologi Frieda Handayani Kawanto mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi sebab dengan menahan buang air besar, tubuh pun secara tidak langsung menumpuk bakteri. Menurut Frieda, bakteri tersebut bisa naik ke organ tubuh lain seperti usus halus.

    “Saat bakteri naik ke usus halus, dia bisa menginfeksi usus juga. Pada akhirnya juga dapat menyebabkan usus buntu,” katanya dalam acara Media Briefing di Jakarta pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Meski begitu, menahan buang air besar bukan menjadi penyebab utama usus buntu. Frieda mengatakan pasti ada beberapa faktor pendukung lain, seperti sering makan gorengan, makanan yang tidak higienis, dan suka menahan kentut.

    “Jadi menahan BAB bukan faktor utama, ada juga yang ikut berperan sampai jadi usus buntu,” ungkapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.