Ponsel Bisa Jadi Sarang Virus, Pahami Cara Benar Membersihkannya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jempol menyentuh ponsel. shutterstock.com

    Ilustrasi jempol menyentuh ponsel. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama wabah virus corona alias COVID-19, imbauan cuci tangan sudah semakin tidak asing. Memang, langkah ini telah disosialisasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah guna menekan penyebaran virus yang mudah ditransfer lewat sentuhan tangan.

    Sayangnya, seringkali kita lupa bahwa bukan tangan saja yang harus dibersihkan. Melainkan juga gadget yang kita miliki lantaran penggunaannya tak lepas dari kehidupan sehari-hari. Sehingga gawai pun bisa menjadi sarang kuman dan bakteri, tak terkecuali virus yang tengah menghebohkan dunia ini.

    Lalu, bagaimana cara membersihkan ponsel agar mikroorganisme mati? Situs Time.com mengatakan bahwa hal pertama yang wajib dilakukan adalah memilih cairan yang tepat. Anda dapat menggunakan desinfektan untuk membunuh kuman. Apabila tidak memilikinya, alternatif lain berupa alkohol 70 persen juga bisa digunakan.

    Namun, jangan sekali-kali memilih kandungan isopropil clorox, dan pemutih. “Desinfektan dan alkohol 70 persen sangat baik. Asalkan jangan 70 persen isopropil, clorox dan pemutih karena itu bisa merusak layar dan desain luar dari ponsel Anda,” kata ahli posel di CNET, San Francisco, Amerika Serikat Claire Reilly.

    Setelah memilih produk yang tepat, pengaplikasiannya pun harus sesuai agar bagian dalam gadget tetap aman. Reilly mengatakan bahwa Anda harus menggunakan lap kain microfiber (biasanya untuk kacamata) atau handuk yang telah disemprot dengan desinfektan maupun alkohol 70 persen.

    Sebaliknya, hindari menyemprotkannya langsung pada gawai sebelum dilap. “Kita harus mengusap handphone dengan lembut dan hati-hati. Lebih baik cairan disemprotkan ke kain sebelum gawai dibersihkan. Jangan menyemprot langsung karena cairan bisa masuk ke lubang dan menyebabkan mesin di dalam gadget bermasalah,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TIME.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.