Tips Membuat Sup yang Kaya Nutrisi dan Ampuh Tingkatkan Imunitas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sup ayam. Shutterstock

    Ilustrasi sup ayam. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Di musim hujan dan mewabahnya virus corona, kita tentu harus selalu menjaga kesehatan dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Semakin kuat daya tahan tubuh, cuaca dan mikroorganisme apapun yang menyebabkan penyakit bisa dilawan.

    Berbicara soal makanan, di suasana yang sejuk dengan kerentanan terhadap masalah kesehatan ini ada baiknya menghangatkan tubuh dan memupuk stamina dengan hidangan sup. Namun, bagaimana cara benar membuat sup yang kaya nutrisi dan ampuh meningkatkan imunitas?

    Ahli gizi dari Kalbe, Beti Dwi Suryandari, pun membagikan tips. Pertama, dari segi bahan, campuran sup yang direkomendasikan itu minimal harus mengandung tiga jenis sayur dengan warna yang cerah. Contohnya wortel, tomat, brokoli, labu kuning, dan sebagainya. Beti menjelaskan bahwa sayuran berwarna itu dikenal tinggi antioksidan.

    “Artinya, dia juga dipastikan bisa meningkatkan kesehatan, khususnya dengan memperbaiki sistem imunitas tubuh juga,” jelasnya dalam telekonferensi di Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2020.

    Mengenai bumbu yang akan dicampurkan pada sup isi sayuran tersebut, Beti mengimbau agar setiap orang menggunakan gula dibatasi empat sendok makan (50 gram), garam dibatasi satu sendok teh per hari (2.000 mg natrium), dan lemak atau minyak dibatasi lima sendok makan (67 gram) dalam sehari.

    Beti mengatakan bahwa rekomendasi tersebut didasari oleh tatanan Tumpeng Gizi Seimbang untuk 3-4 porsi sup. Meski begitu, semuanya nanti dapat disesuaikan dengan porsi yang dibuat. Adapun, penggunaan bumbu tidak disarankan olehnya.

    “Bumbu sendiri saja seperti arahan tadi. Jangan pakai bumbu jadi karena kandungan natriumnya jauh lebih tinggi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.