Waspada, Pasar Swalayan Berpotensi dalam Penyebaran Virus Corona

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja kosmetik. Boldsky

    Ilustrasi belanja kosmetik. Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa negara telah melakukan lockdown untuk mencegah pertemuan yang menghadirkan banyak orang atau social distancing. Tetapi, orang masih membutuhkan makanan. Pasar swalayan pun tidak terhindar dari virus corona.

    Seperti yang ditakuti banyak pakar kesehatan, seorang karyawan Denver King Soopers positif terjangkit virus corona baru. Saat ini ia sedang dalam pemulihan dan perawatan medis.

    Tidak hanya itu, pegawai Whole Foods Market yang bekerja di salah satu toko grosir di New York, Amerika Serikat, dinyatakan positif terkena virus corona, saat ini sedang dikarantina. Dan banyak kasus kasus pegawai swalayan lain yang terinfeksi COVID-19.

    Sebetulnya, perhatian utama pembeli adalah orang lain, bukan makanan. Meskipun pembeli mungkin khawatir tak sengaja menginfeksi diri sendiri dengan memegang apel atau kotak sereal yang sama dengan orang lain, para ahli kesehatan mengatakan penularan melalui makanan atau pembungkusnya sebagian besar dapat dihindari.

    Penelitian menunjukkan bahwa virus dapat ada pada kemasan makanan karton selama sehari, dan pada plastik selama beberapa hari.

    "Rekomendasi saya adalah hanya mencuci tangan setelah memegang kemasan pada belanjaan," kata Angela Rasmussen, seorang ahli virus di Universitas Columbia, dilansir dari www.theatlantic.com.

    Objek yang memiliki tingkat sentuhan tinggi, seperti pegangan keranjang belanja, merupakan masalah yang lebih besar. Tetapi, banyak toko yang menyediakan tisu pembersih untuk itu.

    Batuk lebih sulit dihindari. Ini adalah risiko yang dapat dikendalikan pembeli yang dapat pergi ke toko pada jam-jam sepi dan menggunakan jasa pembayaran mandiri. Tetapi, risiko yang lebih tinggi terinfeksi adalah kasir, yang berdiri hanya beberapa meter dari ratusan pelanggan dalam sehari. Mereka mungkin tertular virus melalui makanan dan uang yang disentuh pelanggan.

    “Jika pelanggan batuk atau bersin di dekat seorang karyawan saat antrean, kemungkinan penularan virus melalui percikan pernapasan juga tinggi,” kata Brandon Brown, seorang profesor di UC Riverside yang telah mempelajari penyakit menular.

    Meskipun toko kelontong atau pasar swalayan mungkin bisa melakukan hal lebih banyak untuk melindungi staf, mereka tidak pernah 100 persen aman dari virus corona. Orang-orang dapat menularkan virus dengan sebagian besar yang tertular tidak memiliki gejala. Hanya ada jarak 1,5 meter antara setiap orang di swalayan yang ramai dan infeksi yang muncul membuktikannya.

    Di Indonesia, beberapa pasar swalayan sudah melakukan antisipasi terkait merebaknya virus ini. Sadar tidak mungkin menutup toko karena kebutuhan masyarakat yang tinggi, akun resmi Twitter Giant, yakni @GiantIndo menuliskan bahwa pihaknya menerapkan proses sanitasi dan kebersihan di seluruh toko.

    Senada dengan hal itu, akun resmi Transmart Carrefour lewat akun Twitter @Transmart_IND mengunggah video yang menunjukkan kesiapan mencegah virus corona dengan cara memastikan kebugaran karyawan. Karyawan juga menggunakan sarung tangan dan masker serta memperhatikan kebersihan gerai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.