Jerawat di Rahang, Penyebabnya Bisa Bercukur Hingga Efek Obat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekas jerawat. Pixabay.com

    Ilustrasi bekas jerawat. Pixabay.com

    TEMPO.CO, JakartaJerawat menjadi salah satu masalah kulit yang sangat tidak disukai pria dan wanita. Selain di wajah, jerawat bisa muncul di mana saja, termasuk di rahang. Hal itu tentu dapat mengganggu penampilan Anda. Biasanya, jerawat bisa muncul di area tubuh yang memiliki kelenjar minyak, termasuk di rahang. Tapi, penyebabnya bisa berbeda.

    Jerawat di rahang dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti:

    1. Produk kecantikan
      Produk kecantikan seperti pelembap, make up, ataupun produk perawatan rambut yang mengandung minyak cenderung menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

    2. Perlengkapan olahraga
      Mengenakan perlengkapan olahraga seperti helm yang memiliki ikatan di dagu atau bantalan bahu yang dekat dengan wajah, bisa menyebabkan jerawat di rahang. Sebab, perlengkapan olahraga ini bisa mengundang keringat berkumpul di area rahang.

    3. Alat musik
      Jangan salah, alat musik yang membutuhkan topangan dagu dan rahang (seperti biola), bisa menyebabkan pori-pori tersumbat. Hasilnya, jerawat di rahang pun datang.

    4. Bercukur
      Mencukur bulu halus di bagian rahang juga bisa menyebabkan kulit teriritasi. Apalagi kalau pisau cukurnya kotor dan tak terawat. Tentunya, hal ini akan mengundang jerawat.

    5. Efek samping obat
      Beberapa obat, termasuk obat steroid, obat depresi, ataupun obat gangguan bipolar, bisa menimbulkan efek samping seperti jerawat.

    Selain itu, ada beberapa studi yang menyebutkan bahwa wanita lebih berisiko terhadap jerawat, karena mengalami peningkatan kadar hormon (biasanya sebelum menstruasi). Jadi, wanita mungkin harus lebih berhati-hati lagi dengan beberapa penyebab jerawat di rahang itu.

    Selain itu, jerawat di rahang pada wanita juga bisa disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik, (PCOS) yaitu suatu kondisi yang membuat wanita memproduksi hormon pria berlebih dan munculnya kista di ovarium (indung telur).

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.