Ngantuk saat Bekerja dari Rumah, Mungkin Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap.  shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengantuk atau menguap. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mungkin sering membuat ngantuk. Menurut National Sleep Foundation, wanita berusia 30-60 tahun rata-rata kurang dari tujuh jam tidur per malam.

    Berbagai macam masalah mencegah wanita tidur cukup lama atau tidur nyenyak. Menstruasi, kehamilan, kekhawatiran terhadap anak-anak, stres kerja, kecemasan hubungan, dan masalah kesehatan lain dapat berkontribusi pada masalah tidur umum bagi wanita. Bahkan, ketika istirahat malam yang cukup, banyak yang merasa mengantuk sepanjang hari, terutama di sore hari.

    Mengapa ini terjadi dan tidak sehat? Ketika tiba saatnya tidur, National Sleep Foundation mencatat 43 persen orang Amerika Serikat tidur pada suatu waktu di siang hari. Tidak mengherankan, beberapa mengaku tidur di tempat kerja.

    Sementara di budaya lain, tidur siang dianggap sebagai bagian alami. Di Amerika Serikat, masih sering dipandang negatif. Di negara-negara di mana tidur siang terjadi setidaknya tiga kali seminggu, ada penurunan 37 persen pada penyakit jantung, sebagaimana dinyatakan oleh sebuah studi yang dibahas dalam Archives of Internal Medicine.

    Dilansir dari www.everydayhealth.com, berbagai penyebab dapat berkontribusi pada keinginan untuk tidur siang atau sore, termasuk saat bekerja. Berikut penyebabnya.

    Tidak cukup atau terlalu banyak tidur
    Bangun tidur lalu merasa lelah atau tegang adalah gejala kurang tidur. Kekurangan tidur yang parah mempengaruhi seseorang sama seriusnya dengan alkohol dengan merusak penilaian mental, mempersingkat waktu reaksi, meningkatkan rasa marah, dan menciptakan kesulitan dengan kinerja fisik.

    Merasa lelah saat bangun juga bisa jadi akibat terlalu banyak tidur. Orang-orang yang tidur lebih dari 8 jam per malam rata-rata tidak hidup selama mereka yang tidur nyenyak 8 jam, menurut National Sleep Foundation.

    Kualitas tidur buruk
    Sering cemas, khawatir, dan masalah fisik, semuanya dapat berkontribusi pada tidur malam yang gelisah.

    Kelebihan kafein dan gula
    Kafein dan gula memberikan peningkatan energi segera, menyebabkan kelelahan ketika tubuh terlalu banyak mendapatkannya.

    Kebosanan
    Menurut sebuah jajak pendapat oleh www.bbc.com, satu dari tiga pekerja bosan dengan pekerjaannya saat ini sehingga menyebabkan rasa ngantuk yang luar biasa.

    Kurang aktivitas fisik
    Duduk di meja atau di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan kelelahan yang hebat.

    Kebiasaan makan tidak teratur
    Makan makanan sehat secara teratur membantu menjaga tingkat energi tetap tinggi.

    Kebiasaan
    Jika tubuh terbiasa tidur siang, itu akan menyebabkan mengantuk ketika saatnya tiba setiap hari.

    Stres
    Stres akan membuat seseorang tidak tidur nyenyak di malam hari dan pada waktu yang sama, dan menyebabkan orang ingin tidur di siang hari sebagai pelepasan tubuh sesaat dari stres.

    Kurang minum air
    Penyegaran sepanjang hari membantu tubuh tak gampang lelah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.