Orang Tua Harus Jadi Guru bagi Anak hadapi COVID-19

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di rumah.

    Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di rumah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa anak belajar dari rumah menjadi tugas tambahan yang tak ringan buat kebanyakan orang tua. Psikolog Dr. Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto mengajak orang tua menjadi guru bagi anak-anak menggantikan peran tenaga pendidik di sekolah saat mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah menghadapi COVID-19.

    “Untuk menghargai anak-anak, tetap harus bisa sediakan kekuatan sabar yang melimpah dan kreativitas. Mengajar bisa sambil menyanyi atau dongeng, bisa dengan boneka,” katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu, 4 April 2020.

    Kak Seto mendorong orang tua untuk menjadi guru sesuai dengan tren kekinian, yakni penuh dengan kreativitas dan menciptakan suasana yang nyaman dalam belajar. Tujuannya agar anak-anak tidak stres saat belajar di rumah karena cara mengajar orang tua yang kemungkinan kurang sabar.

    Selain ikut mengajarkan anak-anak mata pelajaran di sekolah selama masa COVID-19 ini, Kak Seto juga mendorong orang tua tidak henti mengedukasi anak-anak terkait etika batuk dan bersin serta menjaga kesehatan. Ia juga mendorong orang tua mengedukasi anak-anak untuk menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain jika terpaksa harus keluar rumah.

    “Saat bersin, menutup dengan siku bagian dalam. Tentu juga diajarkan cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Kita harus tetap produktif di rumah, baik bagi ayah dan bunda, termasuk bekerja dan beribadah dari rumah,” imbuhnya.

    Dengan cara edukatif dan kreatif itu, ia yakin penularan virus corona bisa ditekan, yang diawali sinergi dari keluarga.

    “Ayah, bunda, dan anak-anak dengan potensinya, bersinergi menjadi satu untuk bisa memenangkan upaya melawan corona ini. Mari bersama menang melawan COVID dan Indonesia bisa,” ujar Kak Seto.

    Kak Seto hadir di BNPB untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara-cara menumbuhkan energi positif di kalangan keluarga, khususnya saat berada di dalam rumah menghindari penyebaran COVID-19. Ia mengajak para orang tua menerapkan cara "GEMBIRA" kepada anak-anak yang merupakan kepanjangan dari gerak, emosi cerdas, makan dan minum sehat, beribadah di rumah, istirahat, rukun, dan aktif berkarya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.