Baju Tak Terpakai selama #dirumahaja, Ini Cara Benar Menyimpannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasin wanita merapihkan lemari pakaian. squarespace.com

    Ilustrasin wanita merapihkan lemari pakaian. squarespace.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama #dirumahaja akibat pandemi COVID-19, banyak yang hanya menggunakan kaus dan piyama. Sebaliknya, tak sedikit pakaian pergi, seperti baju pesta dan kemeja yang tak terpakai.

    Tentu pakaian tersebut harus disimpan dengan baik agar tidak menimbulkan jamur, bau apek, serta perubahan warna. Sayangnya, masih minim pengetahuan masyarakat tentang cara benar mengatur baju-baju yang tak terpakai agar kualitasnya tetap terjaga. Agar tidak salah langkah, situs Safe Store dan Life Storage pun membagikan empat tips mudahnya.

    Jangan menyimpan pada kantong vakum
    Disarankan untuk tidak menyimpan pakaian yang tak terpakai dalam jangka waktu lama di kantong vakum. Memang ini membantu menghemat ruang karena pakaian dijadikan tipis dan kecil. Namun, beberapa jenis pakaian berserat alami seperti wol dan sutra dapat rusak dan kendur seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, lebih disarankan jika langsung menyimpan pakaian begitu saja pada lemari.

    Pastikan lemari kering, gelap, dan suhunya sejuk
    Saat menyimpan pakaian di dalam lemari, pastikan tempat tersebut memenuhi tiga kriteria. Pertama harus kering lantaran lemari yang lembab bisa meningkatkan produksi bau apek. Kedua harus gelap karena sinar matahari langsung secara terus menerus dapat mengubah warna pakaian. Ketiga, suhunya harus seperti suhu ruangan, yakni 25 derajat Celcius agar pakaian tak berjamur.

    Jika menggantung pakaian, jangan pilih bahan kawat
    Ada beberapa pakaian yang memang harus dilipat. Namun tak sedikit pula yang harus digantung seperti kebaya dan jas. Dalam menggantung pakaian tersebut, disarankan untuk tidak memilih gantungan bahan kawat sebab material ini dapat merusak pakaian seiring waktu. Sebaliknya pilih gantungan yang empuk seperti plastik atau kayu.

    Gunakan kapur barus jika diperlukan
    Penggunaan kapur barus diimbau jika dibutuhkan. Kandungan pada kapur barus terbukti ampuh untuk menjaga pakaian dari kerusakan yang tidak diinginkan. Aroma wangi yang dikeluarkan juga tidak disukai tikus dan kecoa sehingga sangat baik dalam menjaga kebersihan pakaian usai dicuci dan disimpan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.