Demi Jaga Imun Tubuh, Ini Syarat Minum Suplemen Versi BPOM

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi vitamin dan suplemen. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperhatikan imun tubuh selama pandemi Covid-19 tentu sangat penting. Sebab, kekebalan tubuh yang baik bisa melawan segala jenis virus dan bakteri jahat yang ingin masuk ke dalam tubuh, termasuk virus corona.

    Selain lewat asupan gizi yang baik, olahraga cukup, banyak minum air putih dan mengelola stres, sistem imun tubuh juga bisa dibentuk lewat konsumsi suplemen. Meski begitu, penting memperhatikan berbagai hal agar manfaat suplemen bisa dinikmati secara maksimal.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui buku pedoman 'Serba Covid: Cegah Covid-19 Sehat untuk Semua' pun menyebutkan lima hal yang harus dipahami dari mengkonsumsi suplemen. Apa saja?

    1. Harus sesuai aturan dosis
      Bagi Anda yang berminat untuk mengkonsumsi suplemen, BPOM menyarankan agar senantiasa memperhatikan aturan dosis yang berlaku. Sebab, mengkonsumsinya terlalu sedikit tidak akan memberikan pengaruh apa-apa pada tubuh. Sebaliknya, mengkonsumsi suplemen secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah hingga diare.

    2. Suplemen sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan obat
      Apabila Anda akan mengkonsumsi obat dan suplemen, ada baiknya jika tidak meminumnya bersamaan. Karena terdapat beberapa kandungan suplemen kesehatan tidak dapat berinteraksi dengan obat. Untuk itu BPOM menyarankan agar memberi jeda minum suplemen sebanyak 1-1,5 jam setelah mengkonsumsi obat.

    3. Suplemen kesehatan tidak dapat menggantikan (substitusi) makanan secara utuh
      Masyarakat wajib memahami bahwa suplemen tidak bisa mengganti nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Sebaliknya, ini hanyalah sebagai tambahan dan bukan kebutuhan utama. Jadi ada baiknya jika setiap orang tidak sepenuhnya mengandalkan suplemen untuk kesehatan tubuh, melainkan tetap menjalankan pola hidup sehat lewat makan makanan bergizi.

    4. Suplemen berbeda dengan obat
      Masih minim pengetahuan masyarakat tentang hal ini. Yang perlu digarisbawahi, suplemen kesehatan tidak memiliki khasiat untuk mengobati penyakit. Jadi saat Anda mengalami keluhan, suplemen bukanlah alternatif yang baik untuk menyembuhkan. Melainkan suplemen berguna untuk membantu memastikan semua kebutuhan tubuh terpenuhi.

    5. Konsultasikan kepada dokter atau apoteker
      Mengkonsumsi suplemen mungkin memerlukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker apabila suplemen digunakan pada anak. Anda pun perlu berkonsultasi dengan ahli bila Anda mengkonsumsi suplemen bersama obat resep dokter. Para ibu hamil, menyusui atau orang yang sedang program hamil, hingga kondisi setelah operasi penting pula untuk berdiskusi dengan para ahli. Ada baiknya juga berdikusi tentang berbagai risiko efek samping suplemen itu.

      SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.