#KataHati, Cara Agar Mengendalikan Diri Hadapi Pandemi Melalui Musik

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan mendengarkan musik. Pixabay.com/sweetlouise

    Ilustrasi perempuan mendengarkan musik. Pixabay.com/sweetlouise

    TEMPO.CO, Jakarta - Platform streaming musik terdepan di Asia JOOX kenalkan kampanye bertajuk ‘Ikut #KataHati’ untuk mengajak masyarakat Indonesia mendengarkan, mengikuti, dan mengekspresikan kata hati melalui musik. Hal ini agar masyarakat mampu mengendalikan diri dan merespon situasi yang tidak pasti dengan tenang. Melalui playlist yang dikurasi untuk menemani setiap kondisi serta fitur-fitur interaktif yang menghibur, JOOX ingin menemani pengguna di setiap momen kehidupan.

    Sejak awal pekan ini, Pembatasan Sosial Berskala Besar kedua, kembali diterapkan di Jakarta. Kota-kota lain pun sedang mempertimbangkannya. Dalam kondisi yang tidak pasti di masa pandemi dan adanya batasan interaksi sosial, rasa cemas berlebih, stres, dan jenuh kerap timbul dan dapat mempengaruhi konsentrasi serta produktivitas masyarakat selama berkegiatan dari rumah.

    Berdasarkan studi ‘Trends in Cognitive Science’ oleh Cell Press, musik kerap digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dalam pengaturan klinis, seperti untuk relaksasi, psikoterapi, dan pengembangan diri. Praktisi Mindfulness, Adjie Santosoputro juga menyampaikan bahwa musik dapat menjadi medium untuk memahami dan mengekspresikan kata hati.

    Adjie mengatakan saat ini kita memang sedang dihadapkan dengan keadaan yang tidak pasti, sangat wajar jika kita merasa stres dan cemas berlebihan. Untuk menghadapi kondisi tersebut, kita dapat melakukan praktik mindfulness. Mindfulness adalah menyadari apa yang terjadi di dalam pikiran dan perasaan, menerima hal-hal yang tidak ideal tersebut, jujur dengan diri sendiri, dan melepaskan berbagai ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita. Salah satu hal dasar yang diajarkan dalam kegiatan mindfulness ini adalah bernafas. Dengan fokus pada nafas, orang bisa melatih fokus mereka tentang hal yang dilakukannya saat ini.

    Konferensi pers 'JOOX Ajak Ikuti dan Ekspresikan Kata Hati Melalui Musik untuk Dapat Kendalikan Diri Hadapi Ketidakpastian' pada 16 September 2020

    Selain bernafas, mendengarkan musik yang sesuai dengan suasana kata hati pun dapat membantu kita untuk fokus pada momen saat ini. Adjie mengatakan ada kalanya masyarakat hanya mendengarkan musik selewatnya saja. Padahal, dengan fokus mendengarkan musik, orang bisa memahami kata hati, dan menerima keadaan dengan netral. "Kita pun bisa mencapai kondisi mindfulness yang maksimal dengan mengekspresikan kata hati melalui berbagai kegiatan positif yang menyenangkan, seperti bernyanyi dan berkarya,” kata Adjie Santosoputro.

    Seorang musisi yang terkenal dengan album ‘Mantra-Mantra’, Kunto Aji juga berusaha untuk selalu mendengarkan dan mengekspresikan kata hati-nya melalui karya. Menurutnya, menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada memang tidak mudah. Ia mengatakan akan ada banyak perasaan yang muncul. Ia menyarankan untuk tidak memendam apapu kata hati seseorang. "Saya pun akhirnya sadar bahwa kata hati itu harus dirangkul, benar-benar dirasakan, dan saya juga mengekspresikannya melalui hal yang saya suka, yaitu musik. Bagi saya, musik itu bisa bekerja dua arah, membantu saya untuk lebih memahami kata hati dan juga menjadi sarana ekspresi kata hati saya. Dengan begitu, saya dapat mengenal, mengendalikan diri sendiri, dan dapat terus berkarya,” kata Kunto Aji.

    Sebagai social entertainment platform, JOOX memahami betul kondisi yang penuh ketidakpastian ini. Dengan lebih dari 30 juta lagu lokal dan internasional dari berbagai genre musik, JOOX ingin menemani penggunanya di segala situasi kata hati-nya. Pengguna dapat dengan mudah memilih dan mendengarkan musik sesuai dengan suasana kata hati kapan pun dan di mana pun. JOOX juga telah mengurasi berbagai playlist yang disesuaikan dengan suasana kata hati masyarakat yang kerap muncul, seperti playlist #KataHati Sedih, Rindu, Joget, Cinta, Ambyar, Huft, dan masih banyak lagi.

    Head of Marketing JOOX Indonesia, Yuanita Agata menyampaikan, melalui kampanye ‘Ikut #KataHati’, JOOX mengajak anak muda Indonesia untuk lebih mindful, peka dengan dirinya sendiri, dan dapat memegang kendali terhadap respons mereka. "Jangan dengerin kata orang atau suara-suara di luar, yuk ikut dan dengerin kata hati,” katanya.

    Lebih dari sekadar mendengarkan musik, pengguna juga dapat mengekspresikan dan menyuarakan kata hati melalui fitur interaktif di JOOX, seperti Karaoke, Quick Sing dan membagikan curahan kata hati dengan berbagi Lyric Card di media sosial. Momen kebersamaan bareng keluarga dan teman juga semakin seru dengan nonton live streaming acara musik di JOOX Live. “JOOX juga senantiasa mendukung para musisi, content creator, serta seluruh pelaku industri kreatif untuk menghasilkan karya-karya berkualitas guna memajukan ekosistem industri kreatif Indonesia,” kata Yuanita Agata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.