Tidak Hanya untuk Wanita, Pria Juga Suka Lakukan Sulam Lipatan Mata

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata sipit. Shutterstock

    Ilustrasi mata sipit. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perawatan kecantikan yang menjadi tren selama 4-5 tahun terakhir adalah sulam lipatan mata. Penggemar perawatan ini pun tidak hanya generasi milenial, namun juga masyarakat yang berusia 40-50 tahun. Bahkan, perawatan sulam mata tidak saja menyasar wanita semata, tetapi juga pada laki-laki. “Banyak pasien saya laki-laki dengan range usia 20-40 tahun. Karena pada umumnya semua orang sangat peduli dengan penampilannya. Baik itu wanita maupun laki-laki," kata dokter kecantikan Novi Chan dari Van Sulam Alis dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 6 Oktober 2020.

    Menurut Novi Chan, sulam lipatan mata berfungsi untuk memperbaiki bentuk lipatan mata, membuat mata lebih besar, menyamakan bentuk mata kanan dan kiri. Perawatan itu juga  mempermudah penggunaan make up tanpa menggunakan isolasi mata, mengangkat kelopak mata yang kendur, membuat lebih percaya diri. Banyak pula yang lebih memilih melakukan perawatan sulam lipatan mata dibanding melakukan tindakan operasi.

    Menurut Novi Chan awalnya pembuatan lipatan mata dilakukan dengan operasi. Namun seiring dengan kemajuan zaman, maka lipatan mata bisa dibuat dengan tindakan non-operasi, yaitu dengan sulam. Caranya dengan menggunakan tanam benang.

    Dokter Novita Chan dari Van Sulam Alis/Pribadi

    Mata menjadi salah satu organ tubuh yang sering terlihat di saat pandemi. Maklum, kewajiban pakai masker, membuat orang lebih fokus melihat mata lawan bicara. “Mata merupakan beauty point setiap orang baik pada saat menggunakan masker maupun tidak, berhubung di tengah zaman ini mengharuskan kita semua menggunakan masker, maka beauty point sangat tertuju pada mata. Sulam lipatan mata sangat membantu untuk menjaga kecantikan seseorang. Dengan sulam lipatan mata, maka mata akan terlihat lebih segar dan percaya diri,” katanya.

    Ada beberapa perbedaan antara melakukan perawatan sulam lipatan mata dengan operasi. Novi Chan mengatakan sulam lipatan mata waktu penyembuhannya lebih cepat, yaitu 5-7 hari saja. Bahkan setelah melakukan sulam bisa langsung jalan-jalan.

    Ketika melakukan sulam mata pun, tidak ada sayatan sama sekali. Bengkak setelah perawatan sulam juga akan minimal dan tidak memiliki bekas serta hasilnya terlihat lebih natural. "Bengkaknya hanya seperti orang menangis aja. Sayatannya hanya di kulit luar saja," kata Novi.

    Ia menambahkan bahwa sulam lipatan mata dilakukan oleh dokter estetis, bukan dokter spesialis. "Operasi lipatan mata biasanya dilakukan karena ada penyakit (di bagian mata) sedangkan sulam untuk kebutuhan face beauty," lanjutnya.

    Ketika seseorang bosan, pasien pun bisa membesarkan atau mengecilkan lipatan matanya setelah beberapa bulan tindakan. Ketika benang dilepas, maka mata akan kembali ke bentuk semula seperti tanpa tindakan operasi.

    Ada pula pasien yang merasa tidak cocok dengan hasil sulam. Ketika hal itu terjadi, maka sulam lipatan mata sangat bisa direvisi tanpa operasi. "Inilah keunggulan sulam yang sangat diminati. Karena bisa dilepas pasang dan bisa direvisi jika tidak suka tidak cocok," kata Novi yang mengakui ada saja pasien yang labil seperti itu.

    Novi bercerita bahwa pengerjaan sulam lipatan mata tempatnya di bekerja dilakukan oleh dokter kecantikan yang sudah berpengalaman dari Korea dan Cina. Teknik sulam yang digunakan yaitu Nano No-Trace Double Eyelid Technique. "Perbedaan teknik Nano No-Trace Double Eyelid dengan teknik lainnya, yaitu edema atau bengkak lebih minimal, hematoma (biru-biru) di mata minimal, bleeding minimal, recovery lebih cepat, dan tidak ada bekas sama sekali,” ujar Novi menjelaskan perawatan seharga Rp 7 juta itu.

    Daya tahan sulam lipatan mata pun bersifat permanen. Novi mengatakan kulit seseorang pasti akan turun. Saat itu terjadi, maka lipatan mata akan mengecil, namun tidak hilang kembali ke mata semula. “Turunnya berapa lama tidak bisa dipastikan karena tergantung dari kulit setiap pasien,” kata Novi.

    Ada beberapa hal yang penting dilakukan setelah melakukan tindakan sulam lipatan mata yang memakan waktu 1,5 - 2 jam itu. Pasien dilarang menggunakan make up. Bagian lipatan mata pun tidak boleh terkena air selama 5 hari. Lalu tidak boleh dikucek, digosok selama 5-7 hari.

    Novi berpesan bahwa wanita, maupun pria harus tampil menarik di mana pun dan kapan pun. "Cantik itu pilihan. Namun penting untuk menjaga keseimbangan antara pikiran, tubuh, jiwa dan wajah. Setiap kali Anda menciptakan keindahan di wajah, Anda memulihkan jiwa Anda sendiri. Kecantikan adalah janji kebahagiaan, kesenangan abadi,” katanya.

    .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.