Segala tentang Kulit yang Perlu Anda Tahu, Jangan Salah Kaprah

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tabir surya (Pixabay.com)

    Ilustrasi tabir surya (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak mitos dan salah kaprah seputar perawatan kulit. Kebanyakan orang percaya hal tersebut.

    Untuk membantu memisahkan fakta dan mitos, berikut adalah 10 mitos perawatan kulit yang paling umum, seperti dilansir dari Health.

    Produk mahal, hasil bagus
    Dokter kulit Kavita Mariwalla yang berbasis di New York mengatakan tak semua produk perawatan kulit mahal bekerja lebih baik daripada yang lebih murah. "Ini semua tentang formulasi," kata Mariwalla.

    Karena itu, bahan-bahan tertentu, seperti vitamin C, memang perlu diformulasikan dengan benar agar bekerja secara efektif dan bisa membuatnya lebih mahal. Mariwalla mengatakan dalam memilih pelembab dan pembersih, perhatikan label formula yang digunakan daripada melihat harga.

    Kulit berminyak tak butuh pelembab
    Kulit berminyak masih bisa mengalami dehidrasi. Stacy Chimento, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology di Miami, mengatakan pelembab berkontribusi pada produksi minyak yang berlebihan sebagai cara untuk mengkompensasi dehidrasi yang berlebihan. Menggunakan pelembab secara teratur dapat membuat kulit tidak terlalu berminyak karena akan membantu menyeimbangkan produksi minyak. Kuncinya adalah memilih formula yang ringan dan bebas minyak.

    Semakin tinggi SPF semakin baik
    Pertama dan terpenting adalah SPF hanya mengukur perlindungan produk terhadap sinar UVB yang menyebabkan kulit terbakar. Sebagai contoh, SPF 100 hanya memblokir 99 persen sinar UVB, sedangkan SPF 50, 98 persen, dan SPF 30, 96,7 persen. Oleh karena itu, mengapa rekomendasi umum adalah tetap menggunakan rumus spektrum luas yang menghalangi sinar UVA dan UVB dengan setidaknya SPF 30.

    Untuk mendapatkan perlindungan optimal, Anda harus mengoleskan tabir surya dalam jumlah yang memadai. Namun, tidak salah juga jika menggunakan SPF tinggi saat harus berada di bawah sinar matahari langsung dan tidak berencana untuk mengaplikasikan ulang.

    Baca juga: Tips agar Tidak Salah Pilih Klinik dan Produk Perawatan Kulit

    Lingkar hitam pada mata pertanda lelah
    Perubahan warna di sekitar mata terjadi ketika darah dan cairan tidak tersirkulasi secara efisien. Kurang tidur memang bisa memperburuk masalah tersebut tapi itu bukan satu-satunya penyebab.

    Lingkar mata hitam adalah tanda kekurangan zat besi atau tidak mendapatkan cukup oksigen. Lingkaran hitam juga jauh lebih menonjol pada kulit yang lebih tipis, yang secara alami terjadi seiring bertambahnya usia. Krim mata sulit mengatasi lingkaran hitam, tetapi menggunakan formula yang mengandung kafein, yang dikenal membantu meningkatkan sirkulasi dan menyempitkan pembuluh darah, dapat membantu.

    Pori-pori bisa membuka dan menutup
    Chimento mengatakan pori-pori tidak membuka atau menutup seperti jendela. Yang dimaksud dengan jenis terminologi yang salah ini adalah pori-pori dapat melebar atau merenggang karena pengaruh usia, suhu, dan genetika, ditambah lagi dengan tersumbatnya kotoran dan minyak. Cara terbaik untuk meminimalkan tampilan pori-pori adalah pengelupasan secara teratur.

    Pakai tabir surya hanya saat panas
    Meskipun Anda mungkin tidak melihat matahari atau berada di luar rumah, radiasi ultraviolet hadir di siang hari dan selalu memancar dari matahari, bahkan saat mendung. Sinar ultraviolet ini yang menyebabkan penuaan dan kanker kulit. Maka, gunakanlah setidaknya SPF 30 setiap hari.

    Penuaan kulit terjadi karena unsur genetika
    Unsur genetika memang berperan tetapi penuaan kulit adalah proses yang kompleks dan ditentukan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Anda memiliki kendali lebih besar atas faktor ekstrinsik, yang meliputi hal-hal seperti kerusakan akibat sinar matahari, polusi, stres, dan merokok.

    Jika retinol mengiritasi kulit, hentikan penggunaannya
    Retinol adalah bahan antipenuaan yang tak terbantahkan tetapi juga dengan kemungkinan beberapa efek samping yang sangat menyebalkan termasuk kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan. Jika Anda mengalami iritasi jenis ini, kuncinya bukanlah membuang retinol tapi mengubah bagaimana dan kapan menggunakannya.

    "Anda akan mengalami kulit kering dan iritasi, terutama saat pertama kali mulai menggunakan retinol," kata Ife Rodney, dokter kulit dan direktur pendiri Eternal Dermatology di Fulton, Maryland.

    "Daripada menghentikan retinol sepenuhnya, Anda harus mengurangi frekuensi penggunaan menjadi dua malam sekali, tiga hari sekali, lalu perlahan-lahan tingkatkan intensitasnya.

    Krim mata paling baik disimpan di lemari es
    Danné Montague-King, penulis, ahli kimia botani, dan pendiri klinik perawatan kulit DMK Skincare, mengatakan suhu yang lebih dingin tidak memperpanjang masa simpan produk.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.