Sukses Belajar dari Rumah Tergantung Kedekatan Anak dan Orang Tua

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajaran daring guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, namun Penilaian Akhir Semester (PAS) tetap berlangsung. TEMPO/FARDI BESTARI

    Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajaran daring guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, namun Penilaian Akhir Semester (PAS) tetap berlangsung. TEMPO/FARDI BESTARI

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua perlu menyadari dan lebih peka terhadap berbagai macam komunikasi anak. Komunikasi nonverbal sering kali memberikan informasi lebih banyak dibandingkan verbal. Perlu juga dibatasi waktu menatap layar, baik TV maupun gawai, serta nutrisi dan makanan yang baik serta istirahat cukup.

    Sementara itu, hubungan yang positif dan dekat antara orang tua dan anak berperan penting dalam proses pembelajaran terutama belajar dari rumah yang dilakukan pada masa pandemi COVID-19.

    “Keterikatan yang aman dengan orang tua membantu meningkatkan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Keterlibatan orang tua yang sehat dalam kehidupan sehari-hari membantu memastikan bahwa anak-anak dapat tampil lebih baik secara emosional dan akademis,” ujar Superintendent Sekolah Global Sevilla, Michael Thia, dalam “Creating Connection Between Parents and Kids”, Sabtu, 27 Maret 2021.

    Selama pandemi COVID-19, terjadi perubahan yang mendadak dan harus dihadapi orang tua dan anak. Orang tua memiliki tanggung jawab ganda, tidak hanya sebagai orang tua tetapi juga sebagai guru di rumah. Hal itu menimbulkan banyak pro dan kontra dalam pendidikan.

    “Karenanya penting membuat dan menjaga hubungan antara orang tua dengan anak agar saling percaya dan peduli satu sama lain terhadap kelangsungan hidup ke depan,” jelasnya.

    Baca juga: Tips Orang Tua Motivasi Anak Agar Tetap Semangat Belajar Online

    Psikolog pendidikan dan juga praktisi penyembuhan, Alva Paramitha, mengatakan saat pandemi COVID-19 penting menjaga kesehatan mental orang tua dan anak.

    “Banyak kondisi orang tua dan anak yang tidak stabil, terutama kita sebagai orang tua yang juga pendidik. Dalam keadaan pandemi, sulit sekali mencapai situasi ideal,” jelas Alva.

    Alva menjelaskan pada pandemi, sama halnya dengan hidup dengan penuh tekanan. Untuk mengendalikan stres selama masa pandemi mulai dari rehat sejenak dan menyadari perasaan, berhenti sejenak menonton, membaca, maupun mendengar berita yang berdampak buruk, fokus pada hobi, gaya hidup sehat, tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman, dan mencintai diri sendiri.

    “Salah satu cara agar kita dapat peduli terhadap kesehatan mental adalah dengan menerapkan mindful living, yaitu praktik rutin harian sederhana, yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan membantu menjaga kesejahteraan mental dan fisik,” jelas Alva.

    Dalam pengasuhan, praktik mindfulness atau kesadaran penuh tersebut juga dapat diterapkan dengan cara membantu dan mengenali perasaan dan emosi anak serta menunjukkan keberadaan dan rasa cinta pada anak.

    “Mendengarkan dengan sepenuh hati atau empati sebelum mampu mendengarkan dan perlu meninjau ulang batin dan sadar Anda sebagai orang tua,” katanya lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H