Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadan, Sesuaikan dengan Faktor Risiko

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    Ilustrasi diabetes. Freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komplikasi akibat diabetes seperti hipoglikemia, hiperglikemia, stroke, kebutaan, dan serangan jantung, akan menghantui penderita diabetes. Jadi, pasien diabetes juga perlu memperhatikan banyak hal bila ingin berpuasa Ramadan.

    Karenanya penting melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui kadar gula darah. Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Siloam Hospitals Surabaya, Soebagijo Adi Soelistijo, memberikan tips aman dan nyaman puasa Ramadan bagi pasien diabetes.

    "Diabetes memiliki dua gejala, yaitu gejala akut dan kronis. Gejala ini terkadang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat," kata Soebagijo.

    "Obat untuk diabetes tidak boleh ditakar atau ditentukan sembarangan secara mandiri, pemakaiannya harus sesuai anjuran dokter agar sesuai dengan kebutuhan" jelasnya.

    Berpuasa bagi penderita diabetes diperbolehkan dengan syarat memenuhi kriteria scoring. "Disarankan bagi penderita diabetes untuk melakukan scoring bagi diri sendiri untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa," katanya.

    Dari scoring tersebut ada tiga kategori, yaitu risiko tinggi - tidak disarankan untuk berpuasa, risiko sedang - diperbolehkan puasa dengan ekstra hati-hati, dan risiko rendah - diperboleh untuk berpuasa.

    Beberapa tips yang diberikan oleh Soebagijo bagi penderita diabetes yang menjalankan ibadah puasa yakni jangan minum obat kecuali metformin dan TZD saat sahur. Disarankan untuk mengonsumsi obat ketika berbuka, olahraga ringan tetap dianjurkan dan dilakukan setelah salat tarawih, serta pengaturan pola makan harus disesuaikan selama Ramadan.

    Soebagjio juga memberikan tips cara mengonsumsi buah bagi penderita diabetes kala Ramadan, yakni memakan buah secara utuh dan langsung. "Atau jika ingin dibuat jus maka disarankan untuk menggunakan pemanis khusus diabetes atau tidak untuk menambahkan. Hal ini bertujuan agar kandungan gula tidak meningkat," ujarnya.

    Berdasarkan data di 2019, Indonesia menduduki peringkat ke-7 sedunia dengan penduduk yang mengidap diabetes. Fakta lain yang terungkap dari Diabetes Care 2013, setiap 7 detik, satu orang meninggal akibat diabetes dan setiap 20 detik, satu kaki diamputasi pada pasien diabetes. "Kondisi tersebut membuktikan masih banyak masyarakat Indonesia yang perlu memperhatikan kesehatan, khususnya kadar gula dalam darah," kata Soebagjio.

    Baca juga: Tips Lancar Puasa Ramadan bagi Pasien Diabetes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H