Asupan Gula Berlebih Bisa Sebabkan Dehidrasi saat Puasa Ramadan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ramadan merupakan bulan suci dalam setahun dan puasa merupakan bagian pentingnya. Ada banyak pilihan untuk berpuasa dan tetap sehat serta bergizi.

    Pakar gizi dari Herbalife Nutrition Indonesia, Aria Novitasari, mengingatkan masyarakat untuk menghindari asupan gula yang berlebih agar tidak dehidrasi saat puasa.

    “Hindari konsumsi gula dan minuman manis berlebihan saat berbuka puasa dan sahur agar tidak mengalami dehidrasi saat puasa,” ujar Aria.

    Berbuka puasa dan sahur hendaknya dengan air putih yang cukup. Dalam sehari hendaknya minum delapan gelas yang terdiri dari empat gelas saat sahur dan empat gelas saat berbuka.

    Untuk meningkatkan rasa minuman bisa menambahkan irisan buah ke dalam air minum. Asupan cairan juga dapat diperoleh dari makanan yang banyak mengandung kadar air, seperti buah-buahan dan sayuran, atau makanan yang diolah dengan menggunakan air.

    “Selain itu juga perlu kurangi konsumsi kafein dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Saat siang hari hindari paparan sinar matahari atau berolahraga,” tambahnya.

    Jika ingin tetap rutin berolahraga harus terus memenuhi kebutuhan energi, protein, dan air harian selama berpuasa. Selain itu, kurangi durasi olahraga hingga 30 persen, sebaiknya dilakukan sebelum berbuka, setelah sahur, atau pada malam hari.

    “Berbuka puasa dengan makanan yang mudah dicerna adalah pilihan yang baik dan sehat. Selama Ramadan, orang cenderung makan banyak dengan sangat cepat setelah berpuasa berjam-jam. Tetapi, cobalah berbuka puasa dengan sup, kemudian air atau jus buah sehingga dapat melembabkan tubuh setelah hari yang panjang dehidrasi, kemudian makan hidangan utama 10 atau 15 menit kemudian. Ini akan mencegah asupan makanan yang berlebihan dengan memberi rasa kenyang, yang pada akhirnya akan membantu sistem pencernaan,” jelasnya.

    Untuk hidangan utama, dia menyarankan mengonsumsi daging, ayam, atau sayuran. Dengan mengunyah makanan secara menyeluruh dan berjalan-jalan satu atau dua jam setelah berbuka puasa dapat membantu sistem pencernaan dan kardiovaskular.

    Senior Director dan Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan dehidrasi dan lapar karena puasa akan menyebabkan tubuh memperlambat metabolisme untuk mengurangi penggunaan energi seefisien mungkin.

    Namun, masih tetap dapat menikmati ibadah puasa dengan mendapat semangat Ramadan secara utuh dengan kondisi tubuh sehat. “Pastikan meminum air putih yang cukup dan memperhatikan makanan yang diasup saat makan sahur dan makanan yang disantap saat buka puasa,” imbuh Andam.

    Baca juga: Pola Minum yang Tepat kala Ramadan Menurut Pakar Gizi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H