Salah Cara Menyikat Gigi Bisa Jadi Penyebab Gigi Linu

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit gigi. shutterstock.com

    Ilustrasi sakit gigi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi gigi linu merupakan gejala umum yang dirasa pada gigi sensitif. Rangsangan suhu panas atau dingin yang berkontrasksi pada jaringan saraf merupakan sistematika penyebabnya.

    Kondisi gigi linu atau ngilu padahal permukaan gigi tampak baik dan bagus sering mengecoh, maka ada baiknya jika rutin untuk memeriksa kondisi gigi. Jika kondisi seperti yang di atas sedang dialami bisa jadi terindikasi mengalami periodontitis.

    Periodontitis dijelaskan secara alamiah merupakan infeksi di sekitar gusi kerusakan sehingga terjadinya peradangan sehingga sebabkan hancurnya jaringan tepi atau penyangga gigi dan tulang pendukung gigi.

    Secara langsung kondisi periodontitis tampak secara kasat mata sebuah gejalanya seperti mudah berdarah, membengkak, diikuti rasa ngilu atau linu. Jika saja penanganan pengobatan tidak dilakukan dengan baik maka pada jaringan penyangga gigi jadi rusak yang mengharuskan mencabut gigi atau bahkan dalam kondisi tertentu gigi malah putus sendiri.

    Pada satu penulitian di Universitas Sheffield di Inggris kondisi gigi linu atau ngilu itu  sebab kondisi sensitif dapat mengurangi kualitas hidup penderitanya, selain itu juga berdampaik pada berkurangnya rasa nyaman dan keseruan saat bersosialisasi.

    Kondisi gigi linu bukan terjadi begitu saja, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gigi ngilu. Pertama, teknik menyikat gigi yang tidak tepat salah satunya menekan terlalu kasar. Kedua, kondisi kebersihan mulut yang tidak baik.

    Selanjutnya, pola konsumsi makanan yang ekstrem misalnya menu yang sifatnya erosive atau dapat mengikis permukaan gigi. Keempat, menggunakan pemutih gigi yang berlebihan. Saat gigi ngilu berlangsung itu karena adanya aktivasi saraf gigi mengirim sinyal ke otak.

    Gigi linu yang timbul dimulai ketika lapisan dentin terbuka, yang di dalam dentin terdapat cairan dari dalam tubuli dentin mengalir dari pulpa ke luar yang berbatasan dengan dentin sehingga mempengaruhi ujung saraf gigi.

    TIKA AYU

    Baca: Gigi Ngilu Bukan Otomatis, Apa Penyebabnya?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.