Bayi Terinfeksi Covid-19? Ini Cara Penanganannya

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat menggendong bayi berusia satu bulan yang berhasil sembuh dari virus corona atau COVID-19 di  Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute in Bangkok, Thailand, 22 April 2020. Bayi ini merupakan pasien termuda yang terinfeksi COVID-19 di Thailand. REUTERS/Jorge Silva

    Seorang perawat menggendong bayi berusia satu bulan yang berhasil sembuh dari virus corona atau COVID-19 di Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute in Bangkok, Thailand, 22 April 2020. Bayi ini merupakan pasien termuda yang terinfeksi COVID-19 di Thailand. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta – Pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung mereda. Laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat sebanyak 12,6 persen kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia merupakan anak-anak. Tidak menutup kemungkinan Covid-19 akan menginfeksi bayi.

    Menurut John Hopkins Medicine, usia muda seperti anak-anak dan bayi memiliki risiko yang sama dalam penularan Covid-19 dengan usia dewasa. Meskipun demikian, anak-anak usia 10-14 tahun cenderung memiliki gejala yang tidak terlalu parah dibandingkan usia dewasa di atas 20 tahun.

    Berbeda dengan anak-anak, bayi justru memiliki risiko terserang gejala yang parah apabila terinfeksi Covid-19. Sebab, sistem imun dan saluran pernapasan bayi tidak sekuat dan sebesar anak-anak usia 10-14 tahun, atau bahkan tidak sekuat orang dewasa.

    Kasus terinfeksi Covid-19 di bayi pun ternyata cukup umum terjadi. Dilansir dari Healthline, 2-5 persen bayi lahir terinfeksi Covid-19. Berdasarkan fakta tersebut, Healthline merilis panduan penanganan bagi bayi yang terinfeksi Covid-19. Berikut adalah panduannya:

    1. Konsultasi kepada tenaga kesehatan yang ada mengenai perlunya merawat bayi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
    2. Jangan ragu untuk mempercayakan bayi yang terinfeksi Covid-19 kepada NICU apabila memang perlu.
    3. Terlepas dari dirawatnya bayi oleh NICU atau tidak, bayi perlu dipisahkan dari orang tuanya. Hal ini untuk mencegah bayi ketularan penyakit bawaan ibu atau sebaliknya.
    4. Bagian paru-paru bayi perlu mendapat X-ray untuk mengecek pneumonia, yang memiliki kemungkinan untuk memperparah infeksi Covid-19
    5. Guna mencegah infeksi lain, bayi perlu memperoleh pengecekan darah secara rutin.
    6. Bayi juga perlu dites Covid-19 setiap 2 hari sekali hingga hasilnya negatif.

    Bayi terinfeksi Covid-19 memiliki beberapa gejala yang sama dengan orang dewasa, disertai dengan beberapa gejala yang lebih parah. Beberapa gejala parah yang mungkin terjadi adalah muntah, panas, diare, gangguan pernapasan, hingga pingsan. Gejala-gejala tersebut menuntut penanganan yang segera untuk bayi yang terinfeksi Covid-19.

    Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa bayi yang terinfeksi Covid-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meskipun tidak bergejala, sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, ibu atau pengasuh bayi harus tetap berhati-hati dalam merawat bayi terinfeksi Covid-19. Ibu dan pengasuh bayi dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dan memakai masker ketika merawat bayi terinfeksi Covid-19.

    BANGKIT ADHI WIGUNA 

    Baca juga: Ibu dan Bayi Terpisah karena Covid-19, Ini Tips Menyusui Agar Tak Bingung Puting


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.