Vaksin Moderna untuk Tenaga Kesehatan, Apa Saja Perbedaannya dari Vaksin Lain?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin Moderna COVID-19. REUTERS/Dado Ruvic

    Vaksin Moderna COVID-19. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta – Tenaga kesehatan menempati garda terdepan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Sebab itu tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan terkena Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan memberikan suntik dosis ke-3 atau booster kepada para tenaga kesehatan.

    Vaksin yang diberikan kepada tenaga kesehatan kali ini pun berbeda dengan dosis sebelumnya. Dilansir dari berbagai sumber, vaksin dosis ke-3 adalah vaksin Moderna. Pemberian vaksin ini diinstruksikan melalui surat izin darurat Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM). 

    Vaksin ini memiliki beberapa perbedaan dengan vaksin dosis sebelumnya. Dilansir dari Tempo, salah satu perbedaan mendasar vaksin Moderna dengan vaksin lain terletak pada komponen virus yang menjadi bahan dasarnya.

    Pada umumnya, vaksin Covid-19 lain menggunakan komponen virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Sementara itu, vaksin Moderna ini menggunakan materi genetik hasil rekayasa yang memiliki kemiripan dengan kuman atau virus tertentu. 

    World Health Organization (WHO) juga telah memberikan izin terkait dengan penggunaan vaksin Moderna. Melalui Emergence Use Listing-nya vaksin modern diberikan izin untuk digunakan dalam keadaan darurat.

    Pemberian izin ini didasarkan pada keamanan, kualitas, dan efektivitas dari vaksin Moderna. Terkait dengan efektivitas, WHO sendiri menyatakan bahwa vaksin Moderna memiliki tingkat perlindungan terhadap virus hingga 94,1 persen.

    Vaksin ini juga sudah diuji efektivitasnya terhadap varian baru. Berdasarkan uji klinis WHO, kehadiran varian baru virus SARS-CoV-2 tidak akan memengaruhi tingkat efektivitas vaksin ini. Pengujian WHO terhadap varian B.1.1.7 dan 501Y.V2 menunjukkan bahwa vaksin Moderna tetap dapat membangkitkan imunitas tubuh guna melawan virus SARS-CoV-2.

    Menurut laporan Tempo, Pemerintah Indonesia telah memesan tiga juta dosis vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan. Vaksin tersebut diperkirakan akan sampai di Indonesia dalam waktu dua atau tiga hari mendatang. Pengirimannya dilakukan melalui fasilitas yang disediakan oleh Covax, sebuah fasilitas global dari WHO yang ditujukan untuk penyaluran vaksin Covid-19 ke berbagai belahan dunia.

    Dengan berbagai keunggulannya, vaksin Moderna diharapkan mampu menghadirkan perlindungan bagi tenaga kesehatan. Sebab, bagaimana pun juga, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling sering melakukan kontak erat dengan pasien positif. Dalam waktu yang bersamaan, mereka juga merupakan garda terdepan penanganan pandemi Covid-19. Hal itu membuat keselamatan mereka menjadi sesuatu yang mutlak untuk diusahakan.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Mengenal Vaksin Moderna, Vaksin Covid Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.