Sudah Negatif Covid-19 tapi Penciuman Belum Normal? Kenali Gejala Long Covid

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis merawat pasien di tenda rumah sakit di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, 14 Juli 2021. Kembali menembus rekor, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 54.517 orang pada Rabu, 14 Juli 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    Petugas medis merawat pasien di tenda rumah sakit di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta, 14 Juli 2021. Kembali menembus rekor, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 54.517 orang pada Rabu, 14 Juli 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien yang telah dinyatakan sembu atau negatif Covid-19 masih berpeluang menderita Long Covid. Gejala tersebut seperti hilang penciuman dan perasa, pusing hingga depresi.

    Menurut hasil penelitian dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Long Covid merupakan suatu keadaan penyintas Covid-19 yang masih merasakan gejala sisa setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif.

    Dari situs covid19.go.id, 5-20 persen pasien Covid-19 mengalami Long Covid lebih dari 4 minggu, diperkirakan 1 tiap 10 pasien Covid-19 dapat mengalaminya hingga lebih dari 12 minggu.

    Menurut berbagai sumber, gejala yang muncul juga bermacam-macam seperti kerap kelelahan, peradangan jantung, kesemutan, sakit kepala, hilang penciuman dan perasa, detak jantung lebih cepat, nyeri dada, batuk, nyeri sendi atau otot, depresi dan demam.

    Dokter Spesialis Paru di RS Bhayangkara R. Said Sukanto, Yahya, memaparkan 53,7 persen pasien merasakan gejala Long Covid selama satu bulan, 43,6 persen selama 1-6 bulan, dan 2,7 persen lebih dari 6 bulan.

    “Gejala Long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan,” kata dia dalam dialog Pproduktif bertema "Long Covid, Kenali dan Waspadai" yang diadakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis, 3 Juni 2021 lalu.

    Secara demografi, pasien yang memiliki peluang lebih besar terkena efek Long Covid ialah pasien laki-laki. Alasannya karena gaya hidup merokok. Selain itu, Long Covid ini juga berpeluang menyerang pasien Covid-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator.

    Menurut penyintas Covid-19 Cahyandaru Kuncorojati, setelah dinyatakan negatif, gejala Long Covid berupa kehilangan penciuman dan pengecapan selama kurang lebih satu bulan. Keadaannya mulai kembali namun indra penciumannya tidak setajam dulu lagi.

    Yahya menekankan salah satu faktor penting dari gejala Long Covid dipicu juga oleh kondisi psikologis pasien seperti gampang cemas dan gampang depresi. Pada saat perawatan maupun saat isolasi mandiri, apabila pasien merasakan gejala-gejala Long Covid setelah dinyatakan sembuh, dia juga menyarankan agar pasien terus berkonsultasi kepada dokter.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca juga: Waspadai Gejala Long Covid, Ini Pesan Dokter Paru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.