Berbagai Persepsi Ngawur yang Bikin Masyarakat Ragu Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti vaksinasi COVID 19 di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis 15 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga usia 12 tahun ke atas. Lokasi vaksinasi dibuka di Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, pada 15-18 Juli 2021, bekerja sama dengan Bank Muamalat. Adapun vaksin yang digunakan adalah Sinovac. TEMPO/Subekti.

    Warga mengikuti vaksinasi COVID 19 di Mal Kuningan City, Jakarta, Kamis 15 Juli 2021. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga usia 12 tahun ke atas. Lokasi vaksinasi dibuka di Mal Kuningan City, Jakarta Selatan, pada 15-18 Juli 2021, bekerja sama dengan Bank Muamalat. Adapun vaksin yang digunakan adalah Sinovac. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sub Bidang Mitigasi, Fala Adinda menyampaikan berbagai persepsi keliru yang beredar di masyarakat tentang vaksinasi Covid-19. Anggapan yang ngawur itu, menurut dia, mempengaruhi pencapaian vaksinasi yang ditargetkan oleh pemerintah.

    Fala mengatakan, bentuk persepsi yang keliru di masyarakat memiliki basis yang bercampur baur, antara keyakinan sampai alur pikir yang tak masuk akal. "Pangkalnya adalah kurangnya literasi digital dan over-sharing konten yang menyesatkan di media sosial menjadi faktor yang menghambat vaksinasi Covid-19," kata Fala dalam acara bincang-bincang Kabar Pandemi yang tayang di kanal YouTube TV Tempo, Selasa 13 Juli 2021.

    Beberapa anggapan keliru yang beredar di masyarakat tentang vaksinasi Covid-19, Fala mencontohkan, vaksinasi ini bisa membunuh, vaksinasi ini sama seperti memasukkan chip ke dalam tubuh, vaksinasi memicu mutasi dalam tubuh. "Ini semua hoax dan ada yang percaya itu," ucapnya.

    Sementara kepercayaan, Fala melanjutkan, adalah dasar seseorang mau divaksin atau tidak. Sebab itu, menurut dia, penting untuk terus menyampaikan apa itu vaksinasi Covid-19, apa manfaatnya, apa risikonya, bagaimana caranya, dan semua informasi menyeluruh agar masyarakat memahami pentingnya vaksinasi.

    ADVERTISEMENT

    Saat ini pemerintah menggenjot vaksinisasi Covid-19 sebanyak dua juta dosis per hari. Dokter dan konsultan kesehatan, Indra K. Muhtadi menilai target tersebut tidak muluk-muluk. "Secara teknis, target tersebut dapat dicapai." katanya.

    Dari sisi tenaga medis, menurut dia, peyuntikan dua juta dosis vaksin Covid-19 dalam sehari tidak masalah. Musababnya, satu kali penyelenggaraan vaksinasi di suatu tempat bisa mencakup 5.000 sampai 6.000 orang mulai pagi sampai sore hari.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan masyarakatnya antusias mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Masyarakat Jawa Tengah rindu vaksin. Mereka berbondong-bondong, bahkan partai politik sekarang daftar, pabrik-pabrik daftar, sampai anak-anak," kata Ganjar.

    Supaya vaksinasi Covid-19 berjalan dengan cepat, Ganjar Pranowo menyarankan pemerintah menambah outlet atau tempat vaksinasi sehingga masyarakat lebih mudah menjangkaunya. Mengenai orang yang enggan divaksin, Ganjar mengatakan sebaiknya fokus dulu kepada mereka yang antusias mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    Ganjar menambahkan masih terus berupaya meyakinkan masyarakat yang belum mau divaksin. "Biarkan saja dulu yang enggak mau divaksin. Kita tidak usah mengurus yang menolak karena jumlahnya juga kecil. Kita urus yang mau vaksin dan setiap hari mengantre minta vaksinasi Covid-19," ucapnya.

    Petugas kesehatan di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melanjutkan, siap menjemput bola dengan mendatangi masyarakat yang tinggal di desa-desa untuk menyuntik vaksin Covid-19. "Kemarin sudah mulai ada bantuan dari kepolisian dan keliling dengan mobil vaksinator. Jalan satu mobil ke remote area," kata Ganjar.

    Penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama di Jawa Tengah, menurut Ganjar Pranowo, sudah mencapai 79 persen. Sementara vaksinasi Covid-19 dosis kedua sebanyak 36 persen.

    FAHIRA NOVANRA

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga:
    Jokowi Minta Percepat Vaksinasi Covid-19, Begini Strategi dari Kemenkes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?