Hindari Kolesterol Tinggi, Pakar Anjurkan Batasi Makan Daging Kurban

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gulai kambing. Tabloidbintang

    Ilustrasi gulai kambing. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban sapi atau kambing. Pakar kesehatan mengingatkan untuk membatasi asupan daging kurban saat Idul Adha. Imbauan ini khususnya pada orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.

    Endokrinolog Mustafa Altay, seperti dikutip dari Anadolu Agency, mengatakan asupan daging yang utamanya dibatasi yakni yang berlemak. Hal senada diungkapkan pakar endokrinologi di Istanbul, Turki, Safiye Arik. Menurutnya, daging berlemak mengandung kadar lemak jenuh dan kolesterol jahat yang tinggi.

    "Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi harus mengonsumsi daging secara terbatas karena daging berlemak mengandung kadar lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi," tuturnya.

    Arik menambahkan pasien diabetes khususnya, perlu menghindari makanan penutup seperti jus buah manis. Sebaiknya pilihlah makanan penutup yang tidak terlalu manis, seperti susu dan makanan alami.

    Sementara itu, ahli bedah jantung Dr. Gokce Sirin mengingatkan kebiasaan makan yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, tekanan darah, dan penyakit kardiovaskular.

    "Makan yang tidak teratur dapat mengancam jiwa orang-orang dengan masalah berat badan dan jantung, tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan gastroenterologi," kata Sirin.

    Baca juga: Kiat Mengolah Daging Kurban dari Chef Juna, Mudah dan Praktis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.