Vaksinasi Covid-19 Ketiga untuk Umum, Perlukah?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin Covid-19. REUTERS/Pascal Rossignol

    Ilustrasi vaksin Covid-19. REUTERS/Pascal Rossignol

    TEMPO.CO, Jakarta - Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga kepada tenaga kesehatan menimbulkan pertanyaan, apakah masyarakat umum perlu juga mendapatkan tambahan dosis vaksin lagi. Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. Syahril Mansyur Sp.P., mengatakan saat ini pemberian vaksin dosis ketiga masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

    "Booster untuk para nakes sudah dimulai dengan menggunakan vaksin Moderna. Nantinya, untuk yang lain akan dilakukan secara prioritas dan bertahap," kata Syahril.

    Medical Senior Manager PT Kalbe Farma, dr. Esther Kristiningrum, mengatakan pemberian booster vaksin diprioritaskan kepada tenaga kesehatan karena garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Namun, ia berpendapat tidak menutup kemungkinan masyarakat umum mendapatkan dosis tambahan vaksin.

    "Kalau untuk umum, tentunya bisa booster. Namun, berapa lama efektivitas vaksin masih dalam penelitian sehingga kemungkinan setelah beberapa bulan, antibodi vaksin kedua menurun sehingga perlu booster," kata Esther.

    Ketika disinggung mengenai efektivitas vaksin dengan varian atau mutasi baru virus, ia mengatakan semua vaksin COVID-19 masih cenderung efektif. Esther mengatakan, masyarakat tidak perlu panik karena yang terpenting vaksinasi lengkap sebanyak dua dosis terlebih dulu untuk membentuk pertahanan dan imunitas tubuh yang baik sebelum akhirnya mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

    "Yang penting sekarang adalah bagaimana kita mencapai herd immunity terlebih dulu, setidaknya sekitar 70-75 persen, supaya bisa menghambat penularan. Di sisi lain, vaksin dosis ketiga juga masih bertahap datangnya sehingga nakes menjadi prioritas. Tapi, tidak menutup kemungkinan (masyarakat) untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga," jelasnya.

    Booster vaksin dilakukan terhadap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Para nakes yang mendapat booster ialah yang telah mendapat dua dosis vaksin Sinovac. Vaksin Moderna dari Amerika Serikat disebut memiliki efikasi 94 persen dan sudah tiba di Indonesia sebanyak 4.500.160 dosis. Vaksin itu pun sudah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM dan dialokasikan untuk program vaksin pemerintah.

    Baca juga: Sebab Penyintas Covid-19 Bisa Kembali Terinfeksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.