Ini Bahaya Main Handphone Sambil Menunduk

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertugas di lingkungan kompleks Balaikota DKI memainkan handphonenya saat akan mengikuti Upacara Sumpah Pemuda ke 84 di Lapangan Ex IRTI, Monas, Jakarta, (29-10). TEMPO/Subekti.

    Dua orang pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertugas di lingkungan kompleks Balaikota DKI memainkan handphonenya saat akan mengikuti Upacara Sumpah Pemuda ke 84 di Lapangan Ex IRTI, Monas, Jakarta, (29-10). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bermain Handphone merupakan suatu kebiasaan yang sangat sulit untuk dihilangkan. Apalagi di zaman sekarang teknologi menjadi alat nomor satu untuk menghibur diri.

    Bentuknya yang cukup simpel dan mudah dibawa kemana-mana adalah salah satu kelebihan dari handphone. Maka dari itu tidak heran jika orang selalu meletakkan handphone di mana saja tanpa perlu khawatir rusak, cacat, dan sebagainya.

    Terlebih lagi, dengan semakin maraknya segala macam jenis game online tentu saja sangat menambah antusias masyarakat untuk terus bermain handphone.

    Namun ternyata, dikutip dari The Indonesian Journal of Health, bermain handphone secara terus-menerus tidak baik bagi kesehatan tubuh terutama ketika bermain handphone sambil menunduk.

    ADVERTISEMENT

    Ada beberapa hal yang dikhawatirkan akan timbul ketika sering bermain dengan cara menunduk. Pertama, orang akan mengalami penyakit saraf leher terjepit (Hernia Nukleus Pulposus).

    Penyakit saraf leher terjepit bisa muncul karena pelindung sendi pada ruas tulang belakang keluar dari lokasi yang seharusnya. Kemudian itu menekan struktur saraf yang berada di sekelilingnya sehingga sering menyebabkan masalah. Bagian tulang belakang yang mengalami gangguan biasanya adalah pinggang dan leher.

    Biasanya penyakit saraf leher disebabkan karena terlalu lama berada dalam posisi tidak ergonomis (keserasian tata kerja), yang salah satunya yaitu bermain handphone dengan cara menunduk. Gejala awal yang muncul pada penyakit ini adalah keluarnya rasa nyeri yang berat dan tak tertahankan.

    Kedua, leher akan mengalami kesemutan yang berkepanjangan. Daerah leher yang kesemuatan itu terletak di antara tulang belikat. Kemudian akan menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Terkadang juga rasa kesemutan pada leher jika tidak segera diobati akan bertambah parah ketika mau berganti posisi.

    PRIMANDA ANDI AKBAR 

    Baca juga: Senang Main HP Sambil Rebahan? Hati-Hati Kena Degenerasi Makula


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?