Kemenkes Sebut Semua Vaksin Efektif Lawan Varian Covid-19 Mana pun

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti vaksinasi COVID-19 di Sentra Vaksinasi SDN 05 Cempaka Putih Barat, Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 548.000 anak-anak usia 12-17 tahun sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah siswa mengikuti vaksinasi COVID-19 di Sentra Vaksinasi SDN 05 Cempaka Putih Barat, Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 548.000 anak-anak usia 12-17 tahun sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada prinsipnya, vaksin tidak 100 persen membuat kebal terhadap COVID-19 karena prinsip kerja vaksin adalah melatih sistem kekebalan tubuh para penerima manfaat. Namun, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan vaksin memberikan perlindungan yang efektif terhadap pasien COVID-19 dari risiko kematian.

    "Vaksinasi itu mengurangi risiko terhadap gejala sakit berat dan juga tingkat kematian dan juga bisa memberikan perlindungan karena vaksin bekerja untuk melatih sistem kekebalan tubuh," kata Siti Nadia.

    Berdasarkan data klaim keperawatan pasien COVID-19 di rumah sakit pada periode Mei-Juli 2021, efek perlindungan vaksin terhadap pasien COVID-19 yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap bisa melindungi 73 persen dari risiko kematian dibandingkan yang belum vaksinasi.

    "Kalau pasien COVID-19 yang sebelumnya mendapatkan dosis pertama, 90 persennya sembuh dan dari 96 persen yang mendapatkan vaksin dosis secara lengkap itu sembuh 100 persen. Yang belum vaksinasi sama sekali itu hanya 84 persen yang sembuh," ujarnya.

    Nadia mengatakan vaksin yang ada sampai saat ini masih sangat efektif melawan semua varian atau mutasi virus corona, termasuk varian Delta yang menyebabkan lonjakan kasus dalam tiga pekan terakhir di Indonesia.

    "Jadi, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang mengatakan jenis vaksin tertentu yang sudah tidak efektif lagi terhadap COVID-19," katanya.

    Salah satu jurnal kesehatan di Inggris mengatakan dua dosis vaksin AstraZeneca masih efektif mencegah risiko perawatan di rumah sakit akibat varian Delta.

    "Itu spesifik, malah untuk varian itu bisa sampai dengan 92 persen, bahkan tidak ada kematian mereka yang divaksinasi dengan AstraZeneca ini," jelasnya.

    Menurut Nadia, laporan dari beberapa rumah sakit juga menyebutkan dengan dua dosis lengkap vaksin Sinovac bisa menekan laju penularan virus sampai dengan 94 persen, mencegah perawatan di rumah sakit sebesar 96 persen, dan menghindari kematian 98 persen.

    "Vaksin ini masih sangat efektif untuk memberikan perlindungan, termasuk juga terhadap varian Delta yang lebih cepat menular dan bisa meningkatkan tingkat keparahan," paparnya.

    Baca juga: Amankah Pemberian Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.