Hindari Virus Covid-19, Ibu Hamil Perlu Vaksinasi? Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu hamil saat mengikuti vaksin untuk ibu hamil dan menyusui di Kantor Kelurahan Cipayung, Jakarta, Jumat 10 September 2021. Sebanyak 1.754 ibu hamil di Ibu Kota hingga saat ini sudah mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama setelah Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksin tersebut pada 2 Agustus 2021. TEMPO/Subekti.

    Ibu hamil saat mengikuti vaksin untuk ibu hamil dan menyusui di Kantor Kelurahan Cipayung, Jakarta, Jumat 10 September 2021. Sebanyak 1.754 ibu hamil di Ibu Kota hingga saat ini sudah mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 dosis pertama setelah Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksin tersebut pada 2 Agustus 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Naiknya kasus kematian karena virus Covid-19 pada ibu hamil membuat urgensinya makin meningkat. Melansir dari CDC Covid Data Tracker, terhitung dari 22 Januari hingga 20 September 2021, telah lebih dari 123 ribu kasus Covid-19 yang menginfeksi ibu hamil di Amerika Serikat.

    Direktur CDC Dr Rochelle Walensky mengatakan, CDC mendorong semua ibu hamil dan ibu menyusui untuk mendapatkan vaksinasi agar terlindung dari Covid-19. Vaksin telah dinyatakan aman dan efektif. Selain itu, ia mengatakan bahwa hal ini sangat mendesak, karena bertujuan untuk menghadapi varian Delta yang sangat menular dan berdampak pada orang hamil yang tidak divaksinasi.

    Analisis CDC menyatakan tidak adanya peningkatan risiko keguguran apabila melakukan vaksinasi di awal kehamilan. Keguguran biasanya terjadi pada sekitar 11-16 persen kehamilan, dan penelitian ini menemukan tingkat keguguran setelah menerima vaksin Covid-19 sekitar 13 persen, serupa dengan tingkat keguguran yang terjadi pada populasi umum.

    Data dari tiga sistem pemantauan keamanan tidak menemukan masalah keamanan untuk ibu hamil yang divaksinasi di akhir kehamilan dan tidak berdampak pada bayinya. Menerima vaksin Covid-19 selama kehamilan menunjukkan bahwa manfaat menerima vaksin Covid-19 lebih besar daripada risikonya.

    Dokter telah melihat jumlah ibu hamil yang terinfeksi virus Covid-19 meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Peningkatan sirkulasi varian Delta yang sangat menular ini antara lain rendahnya vaksinasi pada ibu hamil, dan peningkatan risiko penyakit berat dan komplikasi kehamilan terkait infeksi Covid-19 di antara orang hamil membuat vaksinasi untuk populasi ini makin mendesak dilakukan.

    VALMAI ALZENA KARLA 


    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan

    Baca: Kriteria Ibu Hamil yang Bisa Vaksinasi Covid-19 Menurut Dokter Reisa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.