Hati-hati dengan Bahan Sintetis, Studi di AS: Menyebabkan Kematian Dini

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemasan plastik. Shutterstock

    Ilustrasi kemasan plastik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta – Penggunaan bahan sintetis berupa ftalat sudah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Wadah penyimpanan makanan, rias wajah, sampo, parfum, dan mainan anak-anak merupakan contoh beberapa bahan yang mengandung ftalat. Ternyata, penggunaan ftalat dalam produk sehari-hari dapat mengganggu kesehatan tubuh.  

    Baru-baru ini, studi di Amerika Serikat memaparkan, bahan sintetis ftalat dapat menyebabkan kematian dini setiap tahunnya. Tingginya tingkat kematian berlangsung bagi orang-orang usia 55-64 tahun dengan jumlah mencapai 91.000 sampai 107.000 kasus. Sebagaimana dijelaskan dalam Environmental Pollution Journal, kandungan ftalat yang tinggi pada seseorang bisa meningkatkan risiko kematian.

    “Kondisi ini menunjukkan bahwa plastik memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan manusia,” ujar Dr Leonardo Trasande, seorang profesor pediatri, kedokteran lingkungan, dan kesehatan masyarakat di New York University Langone Health dari cnn.com pada 12 Oktober 2021.

    Melansir laman cdc.gov. phthalates atau ftalat adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat tempat plastik agar lebih tahan lama. Bahan ftalat juga sering disebut sebagai plasticizer yang banyak ditemukan pada banyak produk, seperti sabun, parfum, pelumas, cairan vinyl lantai, dan produk lainnya.

    Sebagamana dijelaskan laman cnn.com, bahan ftalat dapat menganggu mekanisme tubuh untuk memproduksi hormon dalam sistem endokrin. Kondisi ini dapat menganggu perkembangan reproduksi, otak, kekebalan, dan masalah kesehatan lainnya.

    Bagi perkembangan bayi, kandungan plastik dalam ftalat dapat mengakibatkan kerusakan otak. Kemudian, bagi reproduksi, kandungan ftalat dapat mengakibatkan malformasi genital, seperti jumlah sperma yang rendah dari kadar testosteron bagi pria dewasa.

    Meskipun berbahaya, tetapi memusnahkan keberadaan ftalat tidaklah mudah sebab hampir semua produk konsumen sehari-hari memakai ftalat. Namun, konsumen dapat meminimalisir penggunaan produk yang mengandung ftalat dan BPA dengan berbagai cara.

    Dilansir dari laman insider.com, selain menghindari pemakaian plastik dari bahan sintetis. juga hindari menaruh wadah plastik dekat dengan suhu tinggi seperti kompor atau wadah masakan panas. Hal ini disebabkan kondisi panas dapat merusak lapisan wadah sehingga kandungan ftalat lebih mudah diserap oleh tubuh. Terakhir, mengurangi penggunaan makanan olahan dengan lebih banyak memasak di rumah.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Ini Bahaya Makan Makanan Panas Berbungkus Plastik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.