Yang Harus Dilakukan Orang Tua dan Guru untuk Cegah Infeksi Covid-19 di Sekolah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo (kedua kanan) saat meninjau PTM terbatas serentak hari pertama di SMAN 1 Palangka Raya, Senin 11 Oktober 2021. ANTARA/HO-MMC Kalteng

    Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo (kedua kanan) saat meninjau PTM terbatas serentak hari pertama di SMAN 1 Palangka Raya, Senin 11 Oktober 2021. ANTARA/HO-MMC Kalteng

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah sekolah sudah menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM. Anak-anak kembali belajar di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

    Pakar epidemiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan apa saja tugas para orang tua dan guru untuk mencegah penularan Covid-19 di sekolah. Salah satu yang penting adalah edukasi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. "Contohkan kepada anak-anak bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat," kata Bayu dalam diskusi daring pada Rabu, 13 Oktober 2021.

    Para orang tua dan guru, menurut dia, menjadi panutan bagi anak dalam mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker dan tidak berkumpul dengan banyak orang di luar rumah. Khusus bagi orang tua, Bayu mengingatkan, agar lebih disiplin karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka ketimbang guru. Sementara guru hanya dapat mengawasi murid di sekolah.

    Apabila orang tua memberikan contoh yang benar, Bayu melanjutkan, maka anak akan terbiasa menjalankan protokol kesehatan di mana saja, termasuk di sekolah saat menjalani pembelajaran tatap muka terbatas. Bayu juga mengingatkan pentingnya pengawasan 5M di sekolah dan di rumah oleh para guru dan orang tua.

    Untuk membangun kedisiplinan, Bayu menyarankan pemberlakuan denda besar untuk siapa pun yang tidak mematuhi protokol kesehatan sekolah, menjaga komunikasi yang baik dengan dinas kesehatan atau puskesmas, serta penyelidikan intensif dan detail jika ada kasus positif di sekolah. Ketika ada kasus positif Covid-19 di sekolah, menurut dia, upaya yang dilakukan tak cukup menghentikan proses pembelajaran dengan menutup sekolah dan disinfeksi.

    Menurut dia, perlu ada penyelidikan detail mengenai penyebabnya. Penelusuran penyebab infeksi Covid-19 ini bisa dilakukan di sekolah sampai di rumah pasien. Jangan sampai ada kebocoran protokol kesehatan saat menerapkan pembelajaran tatap muka. "Yang harus mentaati protokol kesehatan bukan cuma pihak sekolah atau anak, tetapi juga keluarga," kata Bayu.

    Perlu ada Satgas Covid-19 di sekolah yang terdiri atas guru, orang tua atau wali murid, serta masyarakat sekitar. Peran tim kesehatan ini termasuk membuat protokol tata laksana jika ada kasus Covid-19. Dengan begitu, pihak sekolah dan tenaga kesehatan sigap bertindak.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    Persiapan PTM, Anak Sebaiknya Mengubah Kebiasaan 14-21 Hari Sebelum Sekolah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.