Defisit Kalori Membantu Penurunan Berat Badan, Bagini Caranya

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    ilustrasi berat badan (pixabay.com)

    ilustrasi berat badan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hal yang penting saat melakukan diet atau penurunan berat badan adalah jenis makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya saat sedang melaksanakan diet, jumlah kalori yang masuk tidak melebihi dari jumlah kebutuhan kalori tubuh atau dengan menerapkan konsep defisit kalori. Namun, hal ini bukan berarti tubuh tidak menerima asupan kalori sama sekali. Akan tetapi, jumlah kebutuhan kalori harus diperhatikan. Oleh karena itu, bagi para pejuang diet harus menerapkan prinsip defisit kalori.

    Setiap makanan memiliki kandungan kalori yang berbeda-beda. Apabila tubuh mengonsumsi kalori lebih dari jumlah kebutuhan, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Simpanan lemak dalam tubuh dapat berkontribusi dalam kenaikan berat badan. Oleh sebab itu, kelebihan lemak itu perlu dibakar agar tidak menjadi lemak tambahan dalam perut sehingga menyebabkan obesitas, dilansir dari staffnew.uny.ac.id.

    Untuk mencapai jumlah kalori yang ideal salah satunya dengan menerapkan konsep defisit kalori. Sebagaimana dijelaskan dalam healthline.com, defisit kalori dapat terlaksana apabila tubuh secara konsisten menerima sedikit kalori dari jumlah kebutuhan untuk mendukung pembakaran kalori. Defisit kalori menjadi konsep penting, terutama ketika tubuh sedang melakukan program diet penurunan badan.

    Defiist kalori diperoleh dari jumlah energi atau kalori yang diperlukan tubuh dikurangi asupan kalori makanan, sebagaimana dijelaskan dalam fatcalc.com. Misalnya, apabila tubuh memerlukan 2000 kalori perhari, maka jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh hanya 1.200, dan defisit kalorinya sebanyak 800 kalori.

    Namun umumnya, perempuan tidak disarankan mengkonsumsi kalori kurang dari 1200 dan laki-laki tidak kurang dari 1.500 kalori per harinya. Jika tubuh kurang mendapat asupan kalori bisa memperlambat proses penurunan berat badan karena metabolisme tubuh berkurang.

    Untuk mencapai defisit kalori, tubuh dapat melakukan konsumsi makanan sedikit kalori atau melakukan olahraga fisik tetapi bisa juga melakukan keduanya. Namun, agar defisit kalori dapat berlangsung secara konsisten, sebaiknya lakukan dengan memperhatikan jumlah kalori dari makanan yang dikonsumsi. Karena tidak sebuah orang memiliki motivasi, waktu, atau energi untuk berolahraga setiap hari.

    Dengan kata lain, cara melakukan defisit kalori lebih mudah dengan makan 500 kalori setiap hari dibandingkan membakar jumlah kalori melalui olahraga. Meskipun demikian, olahraga penguatan otot dan aerobik sangat disarankan.  

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: 5 Makanan Mengandung Rendah Kalori, Selain Apel Apa Lagi?

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.