Penyebab Osteoartritis yang Perlu Diwaspadai

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi nyeri lutut. shutterstock.com

    Ilustrasi nyeri lutut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghindari penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga Covid bisa dengan pola hidup sehat dan taat protokol kesehatan. Tapi ada penyakit yang tidak bisa dihindari seiring bertambahnya usia, yakni osteoartritis (OA).

    Osteoartritis merupakan kondisi terjadi kerusakan pada tubuh yang menyerang semua sendi. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada lutut, jari-jari, dan panggul. Keluhan utama adalah nyeri saat berjalan, menumpu, dan sebagainya. Umumnya, kondisi ini terjadi pada lansia.

    Jika Anda bertanya-tanya mengapa semua orang akan terkena penyakit ini, dokter spesialis ortopedi Asa Ibrahim mencoba mengibaratkan sendi manusia dengan mesin yang akan tekor setelah dipakai puluhan tahun. Dia menuturkan penyakit ini disebabkan oleh proses penurunan fungsi organ tubuh seiring berjalannya waktu. Inilah alasan mengapa semua orang mau tidak mau akan mengalami penyakit ini. Meskipun umum terjadi pada lansia, faktanya penyakit ini justru sudah terjadi di usia muda.

    “Masalah pada penyakit ini adalah sendi yang sudah terlanjur rusak tidak bisa kembali bagus lagi, hanya bisa diganti,” kata Asa, melansir akun Instagramnya.

    Selain faktor penuaan, ternyata ada beberapa hal yang justru dapat mempercepat kondisi kerusakan sendi lutut, bahkan di usia muda. Berikut di antaranya.

    Patah tulang dekat sendi yang tak ditangani dengan baik
    Pada umumnya, orang mengalami pengapuran persendian pada usia 60-70 tahun. Tapi, kondisi patah tulang ini bisa menyebabkan percepatan dalam kurun waktu kurang dari 3-5 tahun sejak kejadian.

    “Lokasi patah tulang yang terjadi di dekat persendian dapat menimbulkan kondisi Post Traumatic Arthritis (OA), di mana sendi akan terasa kaku,” jelas Asa.

    Oleh karena itu, bila mengalami patah tulang, jangan ragu untuk ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Sering mengangkat beban berat
    “Angkat beban berat sekali dua kali tidak apa-apa, tapi kalau banyak angkat berat, jalan jauh, bolak-balik terus setiap harinya, kerusakan sendi akan terjadi lebih cepat,” Asa memperingatkan.

    Obesitas
    Orang dengan obesitas memiliki peningkatan risiko terjadinya osteoartritis sebesar 6-18 kali. “Semakin berat badannya, semakin berat beban yang diterima lutut, dan akan semakin cepat rusak lututnya,” kata Asa.

    Saat ini, banyak pasien obesitas berusia 40-45 tahun memiliki kondisi lutut yang mirip dengan usia 65-70 tahun. Selain itu, kondisi obesitas juga meningkatkan risiko penyakit lain, seperti stroke dan serangan jantung. Jika tidak ada faktor risiko seperti yang sudah disebutkan di atas, osteoartritis biasanya akan terjadi pada usia lebih dari 55 atau 60 tahun.

    “Yang terpenting adalah mengurangi beban lutut, dimulai dari menurunkan berat badan, mengurangi aktivitas yang memberatkan lutut, menggunakan tongkat untuk mengurangi beban, dan sebagainya,” saran Asa.

    Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Perbedaan Osteoporosis dan Osteoartritis


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.