Ada 155 Transmisi Lokal, Studi: Kehilangan Nafsu Makan Jadi Gejala Omicron

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta -Hingga Minggu, 16 Januari 2022, kemarin Kementerian Kesehatan disingkat Kemenkes mencatat terdapat 748 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

    Dari jumlah itu, sebanyak 569 merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Varian yang bermula di Afrika Selatan ini memiliki beberapa gejala yang umum. 

    Para pasien varian Omicron mayoritas menjalani karantina di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Mengingat kasus varian Omicron di Indonesia, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi,  mengatakan terdapat transmisi lokal yang terjadi di tanah air. 

    “Transmisi lokal sebanyak 155,” kata Nadia di “Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 without Boundaries.

    Mengingat sekali lagi, gejala yang bisa terjadi pada orang dewasa yang terjangkit Omicron. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan demam, kelelahan, batuk kering, hingga keringat malam merupakan beberapa gejala dari varian ini.

    Sedangkan laman covid19.go.id menyebutkan per 10 Januari 2022, dari total 414 pasien positif Covid-19 varian Omicron, sejumlah 99% diantaranya bergejala ringan atau tanpa gejala.

    Sedangkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyebutkan gejala Omicron yang paling umum terjadi: batuk, kelelahan, hidung tersumbat dan pilek. Ada beberapa gejala Covid yang dilihat secara keseluruhan oleh CDC. Meliputi Demam dan kedinginan, sesak nafas, nyeri otot, sakit kepala, mual atau muntah, dan diare.

    Hal serupa dilaporkan Zoe COVID Study yang mengambil laporan kesehatan dari kontributornya.

    Analisis ini tidak menemukan perbedaan yang jelas dalam profil gejala Delta dan Omicron, dengan hanya 50% orang yang mengalami tiga gejala klasik demam, batuk, atau kehilangan indra penciuman atau perasa.

    Baru-baru ini Aplikasi Zoe COVID Study juga memperbarui daftar gejala umum pasien positif Omicron, yakni kehilangan nafsu makan. Hal ini memungkinkan terjadi, karena Omicron juga cenderung menghasilkan gejala gastrointestinal.

    RAHMAT AMIN SIREGAR
    Baca : Antisipasi Puncak Penyebaran Omicron, Mobilisasi Keluar-Masuk Jakarta Diperketat

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.