Mengenali Beragam Jenis Tes Buta Warna

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Panitia penerimaan siswa baru melakukan tes fisik buta warna di SMK Negeri 1, Jakarta (1/7). TEMPO/Tony Hartawan

    Panitia penerimaan siswa baru melakukan tes fisik buta warna di SMK Negeri 1, Jakarta (1/7). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika seseorang memasuki jenjang pendidikan atau dunia kerja, acap kali melalui tes kesehatan, salah satunya mata. Tes itu pun berhubungan dengan kondisi buta warna. Mengutip Healthline, tes buta warna penting sedari masih anak-anak. Itu karena semasa pendidikan anak-anak banyak diisi dengan sesuatu yang berwarna.

    Tes buta warna sebaiknya tidak dilakukan sendiri melalui Internet. Sebab, pengaturan gama, warna, kontras layar monitor, cahaya latar yang berlainan membuat hasil yang berbeda pula. Itu sebabnya, untuk tes buta warna sebaiknya langsung dengan ahlinya.

    Mengutip WebMD, berikut tes untuk mengecek kondisi buta warna:

    • Ishihara

    Tes ini untuk mengecek buta warna merah dan hijau. Seseorang akan dites dengan seri gambar lingkaran. Gambar ini dipenuhi dengan berbagai macam titik warna yang ini nomor. Jika kesulitan mengetahui nomornya, maka ada indikasi buta warna merah dan hijau.

    • Tes warna Cambridge

    Mirip seperti ishihara, tes warna cambridge juga akan memperlihatkan tampilan yang sama. Tapi, bedanya, tes ini dilakukan melalui medium layar monitor. Seseorang akan diminta untuk menemukan huruf C yang warnanya berbeda dengan latar belakang gambarnya.

    • Anomaloscope

    Tes ini akan menggunakan lensa mata untuk melihat lingkaran dengan komposisi warna yang berbeda. Bagian atas lingkaran berwarna kuning. Sedangkan bagian bawahnya berwarna merah dan hijau. Seseorang yang menjalani tes ini akan memutar lingkaran hingga mendapat komposisi warna dan tingkat kecerahan yang sama. Jika lulus tes ini, berarti tak ada masalah buta warna merah dan hijau.

    • Tes 100 Rona Farnsworth-Munsell

    Tes ini menggunakan balok atau pasak yang warnanya berlainan. Seseorang yang menjalani tes ini mengaturnya, mengurutkan berdasarkan warna pelangi dari merah sampai ungu. Tes ini agak rumit dibandingkan metode lainnya. Orang yang menjalani tes ini biasanya akan melamar pekerjaan sebagai desainer, karena warna merupakan unsur paling penting dalam pekerjaannya.

    NAUFAL RIDHWAN ALY

    Baca: Benarkah Penyebab Buta Warna Karena Keturunan?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.