Baru Kena Covid-19, Kapan Boleh Suntik Vaksin Booster?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 25 Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kebut program vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Jabodetabek setelah mendeteksi adanya lonjakan kasus Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga kepada warga saat vaksinasi booster COVID-19 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 25 Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kebut program vaksinasi booster atau dosis ketiga di wilayah Jabodetabek setelah mendeteksi adanya lonjakan kasus Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pasien COVID-19 bisa mendapatkan vaksin booster setelah selesai melakukan isolasi, disarankan lima hari penuh, dan gejala telah membaik, yang berarti telah bebas demam selama 24 jam. Namun, berdasarkan laporan beberapa dokter, penyintas disarankan menunda vaksinasi selama 30, 60, atau bahkan 90 hari sebelum mendapatkan booster.

    "Jika telah divaksinasi dan kemudian terinfeksi COVID-19, infeksi itu sebenarnya memiliki peran yang mirip dengan booster," kata direktur medis di Northwestern Medicine Lake Forest Hospital di Lake Forest, Illinois, Michael Bauer, seperti dikutip dari Health.

    Data dari awal pandemi menunjukkan orang tidak mungkin langsung terinfeksi kembali. Penelitian yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine mengamati pasien COVID-19 setelah Januari 2020. Para peneliti mengikuti orang-orang itu dari waktu ke waktu dan menemukan kemungkinan mereka terinfeksi COVID-19 lagi dalam 90 hari sangat rendah. Sebabnya tubuh mengembangkan antibodi untuk membantu melawan virus.

    Tetapi, di tengah hadirnya varian Omicron, belum jelas seberapa protektif infeksi sebelumnya terhadap serangan COVID-19 di masa depan. Para ahli kesehatan mengaku masih kekurangan data. Sebuah studi yang belum ditinjau meneliti infeksi ulang COVID-19 di Afrika Selatan. Berdasarkan data populasi, peneliti menemukan bukti yang menunjukkan Omicron mampu lolos dari kekebalan infeksi sebelumnya.

    Secara terpisah, sebuah laporan dari Imperial College London (juga belum ditinjau oleh rekan sejawat) memperkirakan risiko infeksi ulang 5,4 kali lebih besar akibat Omicron dibandingkan Delta. Jadi, sesuai panduan CDC, pasien COVID-19 sebelum mendapatkan vaksin booster maka harus melanjutkan dan mendapatkan suntikan tambahan setelah masa isolasi selesai.

    "CDC mengatakan tidak ada interval pasti Anda perlu menunggu setelah pulih dari penyakit akut untuk mendapatkan vaksin booster," ujar profesor kedokteran di Divisi Penyakit Menular di Sekolah Kedoteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner.

    Spesialis penyakit menular di McGovern Medical School di UTHealth Houston dan RS Anak Hermann Memoriall, Michael Chang, menuturkan, selama memenuhi syarat untuk vaksin dan booster, maka panduannya sama. Dia bahkan menyarankan orang menjadwalkan waktu booster saat isolasi. Jika baru pulih dari COVID-19, masuk akal untuk menunggu sekitar 30-60 hari karena Anda sudah terlindungi, menurut Bauer.

    Baca juga: Pemberian Vaksin Booster Tak Bikin Overdosis


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.