5 Tanda Tubuh Anda Mengonsumsi Protein Berlebih

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi telur sebagai sumber protein yang meningkatkan massa otot (pixabay.com)

    Ilustrasi telur sebagai sumber protein yang meningkatkan massa otot (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Protein merupakan molekul paling serbaguna bagi tubuh manusia yang berperan penting di hampir seluruh proses biologis. Melansir dari healthline.com, protein juga berperan penting dalam diet, seperti membantu untuk membangun dan memperbaiki otot, organ, dan tulang. Diet tinggi protein juga terbukti mampu mengurangi lemak, menurunkan berat badan, dan meningkatkan rasa kenyang.

    Namun, terlalu banyak mengkonsumsi protein dalam tubuh juga tidak dianjurkan sebab menyebabkan beberapa risiko kesehatan. Dilansir dari medicalnewstoday.com, kandungan protein berlebih dalam tubuh menimbulkan masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga diare. Untuk kasus yang lebih kronis, protein yang berlebih menyebabkan gangguan cedera hati dan ginjal, kejang, bahkan kematian.

    Seseorang dikatakan mengonsumsi protein berlebih apabila asupan protein dalam tubuh lebih dari 2 gram per kilogram berat badan setiap harinya. Mengutip dari eatingwell.com, berikut ciri-ciri tubuh yang terlalu banyak mengonsumsi protein berlebih:

    1. Selalu ingin kencing

    Jika tubuh merasa selalu ingin buang air kecil, bisa jadi karena asupan protein yang berlebihan. Hal ini karena ginjal hanya dapat memproses protein dalam satu proses sekaligus. Apabila terdapat kelebihan protein maka akan menumpuk. Kondisi ini meningkatkan asam di dalam ginjal yang menyebabkan tubuh selalu buang air kecil sepanjang waktu.

    2. Sembelit

    Apabila tengah melakukan diet protein tinggi, konsumsi protein semakin meningkat sehingga tubuh kekurangan serat. Terlebih jika asupan protein dihasilkan dari produk hewani menyebabkan gangguan pada sisten pencernaan. Serat membantu dalam pencernaan tubuh yang bisa ditemukan pada makanan nabati.

    4. Kenaikan berat badan yang drastis

    Meskipun diet protein tinggi membantu menurunkan berat badan, tetapi dalam jangka panjang justru menaikkan berat badan kembali. Hal ini karena karbohidrat yang dikonsumsi berkurang sehingga tubuh mengidam makanan berlebih ke depannya.

    5. Mudah lelah

    Meskipun waktu tidur terpenuhi setiap malam, terlalu banyak asupan protein dalam tubuh bisa menyebabkan mudah lelah. Sebab, protein yang terlalu banyak membebani kinerja ginjal, hati, dan tulang. Konsumsi sedikit karbohidrat mempengaruhi kinerja otak sehingga otak menjadi kurang tajam, fokus, dan tidak berenergi.

    NAOMY A. NUGRAHENI

    Baca juga: Konsumsi Protein Meminimalisir Risiko Terinfeksi Covid-19


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.