Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sebab Penderita Lupus Disarankan Menghindari Sinar Matahari

Reporter

image-gnews
Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx
Ilustrasi penyakit Lupus. entresemana.mx
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Lupus Amerika memperkirakan 16.000 kasus baru muncul setiap tahun. Gejala kondisi ini dapat mencakup rasa sakit, rambut rontok, kelelahan ekstrem, serta gangguan kognitif dan fisik. 

Gejala yang paling menonjol adalah ruam di pipi. Perkembangan penyakit autoimun ini dipengaruhi oleh riwayat kesehatan keluarga tetapi faktor eksternal seperti infeksi atau obat-obatan tertentu juga dapat memicu gejala. 

Dilansir dari Health Diggest, sinar matahari juga dapat memiliki efek pada penderita penyakit lupus. Hingga 60 persen orang yang didiagnosis lupus mengalami fotosensitivitas atau munculnya ruam bersisik akibat paparan sinar UV dari matahari. 

Proses tubuh yang dikenal sebagai apoptosis berperan dalam fotosensitivitas pasien lupus. Bertanggung jawab atas kematian dan penumpahan sel-sel kulit yang rusak, seperti yang terluka oleh sinar matahari, apoptosis tampaknya lebih sering terjadi pada penderita lupus, membuat tubuh lebih rentan terhadap peradangan. 

Sel-sel kekebalan yang dikenal sebagai sel Langerhans, yang berada di lapisan paling atas kulit, tidak berfungsi seefisien pada bukan penderita lupus. Untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, sel-sel ini berfungsi dengan mengaktifkan molekul pelindung saat terkena sinar matahari. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada penderita lupus, sel-sel ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan menimbulkan respons pengaktifan molekul yang lebih lemah. Karena sinar matahari dapat menimbulkan lesi kulit bagi penderita lupus, para ahli menyarankan untuk menjaga kulit tetap tertutup dengan mengenakan topi serta lengan panjang saat berada di luar ruangan. 

Selain itu, dalam cuaca apapun, memakai tabir surya dengan SPF minimal 70 juga dapat membantu melindungi dari paparan sinar matahari. Ingatlah untuk mengoleskan kembali tabir surya setidaknya sekali setiap beberapa jam atau lebih jika berenang atau berkeringat. 

Hindari menghabiskan waktu di luar saat cuaca cerah sekitar pukul 10.00-16.00. Saat berada di dalam, penggunaan tirai anti-UV juga dapat membantu tetap terlindungi. Karena banyak penderita penyakit lupus juga dapat mengalami serangan serupa sebagai respons terhadap cahaya buatan, mereka disarankan untuk tidak menggunakan tanning bed.

Baca juga: Meski Berbahaya, Penyakit Lupus Tidak Menular

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketahui 4 Manfaat Kulit Mangga untuk Kesehatan

4 hari lalu

Ilustrasi mangga muda (Pixabay.com)
Ketahui 4 Manfaat Kulit Mangga untuk Kesehatan

Ternyata, kulit mangga yang sering dibuang oleh banyak orang juga memiliki sejumlah manfaat yang patut diperhatikan. Apa saja?


Saran Menjaga Kesehatan Kulit di Musim Hujan

12 hari lalu

Ilustrasi kulit kering. Shutterstock
Saran Menjaga Kesehatan Kulit di Musim Hujan

Sebagian orang lebih rentan mengalami kulit kering dan udara yang lebih sejuk musim hujan tak bisa membantu. Jadi, ini yang perlu dilakukan.


Daftar 6 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh

12 hari lalu

Ilustrasi jeruk nipis. Wikipedia.org
Daftar 6 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan Tubuh

Jeruk nipis yang memiliki nama latin Citrus aurantifolia dikenal sejak lama sebagai buah yang kaya manfaat. Apa saja manfaat jeruk nipis?


Ini Efek Samping jika Salah Pemakaian Urutan Skincare

16 hari lalu

Ilustrasi Skincare/Canva
Ini Efek Samping jika Salah Pemakaian Urutan Skincare

Mengaplikasikan skincare dengan urutan yang salah dapat menciptakan penghalang pada kulit dan mencegah penetrasi bahan aktif ke dalamnya.


Terganggu Munculnya Stretch Mark, Berbahayakah?

21 hari lalu

Ilustrasi stretch marks. beautyandmakeup.net
Terganggu Munculnya Stretch Mark, Berbahayakah?

Stretch mark sering membuat orang tak nyaman, terutama perempuan. Berbahayakah stretch mark?


Tak Mungkin Dicegah, Dokter Bagi Saran Kurangi Risiko Penyakit Autoimun

23 hari lalu

Ilustrasi autoimun. Shutterstock
Tak Mungkin Dicegah, Dokter Bagi Saran Kurangi Risiko Penyakit Autoimun

Pakar menuturkan penyakit autoimun tidak mungkin dicegah karena genetik. Tetapi ada cara mengurangi risiko seperti pola makan.


Berendam Air Es Bermanfaat untuk Tubuh Jika Tepat Suhu dan Durasinya

30 hari lalu

Ilustrasi wanita bersantai di pinggir kolam renang. Freepik.com/Senivpetro
Berendam Air Es Bermanfaat untuk Tubuh Jika Tepat Suhu dan Durasinya

Berendam air es setelah beraktivitas fisik biasa dilakukan oleh atlet


Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen Terbesar di Bumi

32 hari lalu

Mengenal Fitoplankton, Penghasil Oksigen Terbesar di Bumi

Penghasil oksigen utama di bumi bukanlah tumbuhan, melainkan mikroorganisme yang ada dalam ekosistem laut yang disebut fitoplankton.


16 Manfaat Ampas Kopi, dari Pupuk Taman hingga Perawatan Kulit

36 hari lalu

Ampas kopi (tabloidbintang.com)
16 Manfaat Ampas Kopi, dari Pupuk Taman hingga Perawatan Kulit

Ampas kopi memiliki segudang manfaat. Apa saja?


Benarkah Lebah Madu akan Mati setelah Menyengat Manusia?

37 hari lalu

Sejumlah lebah madu Trigona (Trigona sp) berkumpul di pintu masuk sarang madu yang dibudidayakan di Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta, Senin, 11 Juli 2022. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta membudidayakan lebah madu trigona (Trigona sp). ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja
Benarkah Lebah Madu akan Mati setelah Menyengat Manusia?

Lebah madu akan mati setelah menyengat manusia atau mamalia lain karena anatomi sengat mereka.