Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cegah Penyakit Ginjal Kronis dengan Cukup Minum Air Putih

Reporter

image-gnews
Ilustrasi minum air putih. Pexels/Yaroslav Shuraev
Ilustrasi minum air putih. Pexels/Yaroslav Shuraev
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar gizi dari PT Kalbe Farma Tbk, Airin Levina, mengatakan mencegah penyakit ginjal kronis dapat dilakukan dengan cukup minum air putih dan membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak (GGL). Air putih harus cukup, minimal 2 liter per hari atau setara delapan gelas air minum.

"Tapi kalau sehari-harinya di lapangan, panas-panasan, maka harus ditambah karena ada cairan yang keluar dalam bentuk keringat," kata Airin dalam media briefing "Jaga Ginjal untuk Masa Depan" di Jakarta, Jumat, 10 Maret 2023.

Sementara untuk untuk konsumsi gula, Airin mengatakan batas maksimal 50 gram atau setara 4-5 sendok makan per hari. "Tapi, waspadai juga hidden sugar. Kita makan fast food, soft drink, dan minuman lain termasuk kopi yang ditambah gula dan krimer, itu juga gula, harus dibatasi," ujarnya.

Sementara untuk garam, Airin mengatakan batasannya adalah satu sendok teh per hari. Konsumsi garam dalam waktu panjang dan berlebihan akan menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu pencetus penyakit ginjal kronis. Sedangkan untuk lemak, pilihlah yang baik untuk tubuh berupa lemak jenuh dan Omega 3 dan Omega 6.

Cukupi kebutuhan gizi
Selanjutnya, Airin mengatakan pencegahan penyakit ginjal kronis juga dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan gizi secara seimbang, mulai karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga serat. Di sisi lain, jika sudah mengalami gangguan ginjal tahap pradialisis maka pasien harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai seberapa banyak kebutuhan air yang harus diminum.

"Kalau pradialisis, ada yang airnya dibatasi, ada juga yang tidak perlu. Tentunya kita lihat lagi kemampuan tubuh dan aktivitasnya seperti apa. Jadi harus konsultasi," imbaunya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia mengatakan orang yang mengalami gangguan ginjal kronis tahap pradialisis maupun dialisis juga tetap harus membatasi gula, garam, dan lemak. Kemudian, Airin juga mengingatkan ada perbedaan soal kebutuhan protein bagi orang sehat, pasien pradialisis, dan pasien yang sedang menjalani cuci darah.

"Kalau yang sehat butuh 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan per saj. Kalau pradialisis 0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per saji. Kalau sudah dialisis butuh lebih banyak protein karena ada protein dalam darah yang terbuang selama proses cuci darah. Ada yang mengatakan 1,2-1,5 gram per kilogram berat badan per hari," ujar Airin.

Begitu juga dengan kalori, Airin mengatakan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Pilihan Editor: Hadang Penyakit Kronis dengan Cukup Minum Air Putih

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Profil Richard H. Lawler, Dokter Pelopor Transplantasi Ginjal Pertama yang Dikritik Pendeta Katolik

1 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Profil Richard H. Lawler, Dokter Pelopor Transplantasi Ginjal Pertama yang Dikritik Pendeta Katolik

Pada 1970 ia dinominasikan Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas perannya dalam transplantasi ginjal atau organ padat pertama dalam sejarah.


Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

5 hari lalu

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

Penyakit pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah


Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

13 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Tes Urine Bisa Deteksi Setidaknya 5 Kondisi Kesehatan

Tes urine adalah alat diagnostik penting yang memberikan deteksi terhadap kesehatan dan membantu ketahui kondisi tubuh secara dini.


Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

13 hari lalu

Ilustrasi kanker prostat. Parentsafrica.com
Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

Pada usia di atas 55 tahun biasanya pria sudah mengalami masalah gangguan kencing sehingga bisa menyebabkan masalah prostat.


Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

13 hari lalu

Batu ginjal.
Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

Urolog mengatakan pola hidup sedentari dan obesitas bisa menjadi pemicu timbulnya batu ginjal karena kurang bergerak.


Pakar Ungkap Penyebab Tangan Bengkak, Kapan Bisa Dianggap Hal Biasa dan Serius

15 hari lalu

Ilustrasi wanita memegang pergelangan tangan. Freepik.com
Pakar Ungkap Penyebab Tangan Bengkak, Kapan Bisa Dianggap Hal Biasa dan Serius

Ada penyebab tangan bengkak yang masuk kategori biasa dan wajar tapi ada pula yang mengindikasikan kondisi kesehatan serius.


Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

17 hari lalu

Batu ginjal.
Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Batu empedu dan batu ginjal adalah dua kondisi medis yang berbeda, meskipun keduanya melibatkan pembentukan kristal atau batu di dalam tubuh.


5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

23 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Ginjal merupakan anggota tubuh berperan penting. Mencegah penyakit ginjal amat penting karena organ ini berfungsi untuk menghilangkan racun di tubuh.


Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

24 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

Penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada awalnya sehingga jarang diketahui. Tapi ada cara mudah mendeteksi dengan cek warna air seni.


Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

31 hari lalu

Petugas haji melakukan scan tubuh pada seorang jamaah haji saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatera Utara, 18 September 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi adanya virus MERS-CoV pada jamaah haji usai menunaikan ibadah haji 2016. ANTARA/Septianda Perdana
Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

Kemenkes minta jemaah haji mewaspadai virus MERS-CoV pada musim haji. Berikut gejalanya dan risiko terinfeksi virus ini.