Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penyebab Suami Istri Pilih Tidur di Kamar Berbeda

Reporter

image-gnews
Ketika Perempuan Mendengkur
Ketika Perempuan Mendengkur
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Semakin banyak orang di Amerika Serikat yang memilih untuk tidur terpisah dari pasangannya dengan alasan ingin mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Lebih dari sepertiganya mengaku melakukannya sekali-sekali atau rutin, menurut survei yang baru-baru ini dibuat oleh American Academy of Sleep Medicine (AASM) di Illinois.

"Kita tahu kualitas tidur yang buruk bisa memperparah suasana hati dan mereka yang kurang tidur sering bertengkar dengan pasangannya," jelas Dr. Seema Khosla, dokter paru dan juru bicara AASM, dikutip dari Foxnews. "Tidur malam yang nyenyak penting untuk kesehatan dan kebahagiaan jadi tak heran banyak pasangan memilih untuk tidur terpisah demi kesehatan secara menyeluruh."

Sebanyak 45 persen responden laki-laki mengaku kadang-kadang atau sering tidur di kamar yang berbeda dan hanya 25 persen perempuan yang melakukan hal serupa.

"Istilah 'bercerai tidur' tampaknya terlalu kasar, maksudnya mereka hanya memprioritaskan tidur dan tidur di kamar terpisah jika diperlukan," tambahnya. "Akan tetapi, bila masalahnya hanya pasangan yang mendengkur, maka Anda harus memintanya berkonsultasi ke dokter mengenai obstructive sleep apnea."

Tak selalu masalah hubungan
Ada anggapan umum kalau suami istri tidur di ranjang atau kamar berbeda maka hubungan pasti sedang bermasalah. Padahal, kasusnya tidak seperti itu.

"Mungkin memang ada yang benar hal itu terkait masalah hubungan, tapi bukan sinyal bahaya," ujar psikolog di Virginia, Dr. Brandy Smith.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Alasan yang paling umum dia dengar adalah mendengkur, sering bergerak saat tidur sehingga mengganggu pasangan, terlalu sering bikin terbangun, atau jadwal tidur atau bangun yang tak sama. 

"Kami sudah menikah selama 20 tahun dan hubungan baik-baik saja. Lima tahun terakhir ini, kami punya kamar masing-masing," ungkap seorang wanita di Reddit. "Ia senang tidur dengan TV menyala sepanjang malam dan lampu yang terang serta ruangan yang hangat. Saya suka tidur dalam gelap, dengan ketenangan total, dan suhu kamar yang lebih sejuk. Kami tidur lebih lelap di kamar masing-masing."

Pengguna Reddit lainnya mengaku jika tidak tidur di kamar terpisah, mereka mungkin sudah bercerai bertahun-tahun lalu. Alasannya, ia suka mendengkur dan jadwal tidur dan bangun yang berbeda.

Pilihan Editor: Efek Kelebihan Tidur dan Kiat Mencegahnya

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


7 Makanan yang Bisa Meningkatkan Kualitas Tidur

21 jam lalu

Ilustrasi pisang. Freepik.com/KamranAydinov
7 Makanan yang Bisa Meningkatkan Kualitas Tidur

Ada indikasi bahwa makanan tertentu dapat membuat mengantuk atau tidur lebih nyenyak, artnya kualitas tidur meningkat.


Jaga Kehrmonisan dengan Pasangan dengan Kenali Konflik

1 hari lalu

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Freepik.com/tirachardz
Jaga Kehrmonisan dengan Pasangan dengan Kenali Konflik

Psikiater mengatakan mengenali konflik lalu jujur pada diri sendiri menjadi langkah awal menjaga keharmonisan hubungan romantis dengan pasangan.


Yang Perlu Dipahami soal Melatonin dan Dosis yang Dianjurkan

1 hari lalu

Wanita mengalami susah tidur atau insomnia. Freepik.com/Jcomp
Yang Perlu Dipahami soal Melatonin dan Dosis yang Dianjurkan

Kebanyakan penderita insomnia dan gangguan tidur memilih suplemen seperti melatonin untuk mengatasinya. Seberapa ampuhkah?


Apa Itu Tummy Time dan Manfaatnya bagi Bayi?

4 hari lalu

Ilustrasi bayi bermain teether. shutterstock.com
Apa Itu Tummy Time dan Manfaatnya bagi Bayi?

Tummy time adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan waktu yang bayi habiskan dalam posisi tengkurap.


Memahami Monogami Modern, Bukan Sekedar Jumlah Pasangan

5 hari lalu

Ilustrasi pasangan berbincang santai. Foto: Freepik.com/Our-Team
Memahami Monogami Modern, Bukan Sekedar Jumlah Pasangan

Monogami modern bisa diartikan sebagai mengisi lembaran baru dengan orang berbeda, bukan berganti pasangan tapi perubahan dalam diri masing-masing.


Ragam Persoalan yang Bikin Pernikahan Tak Bahagia

5 hari lalu

Ilustrasi bertengkar. Shutterstock
Ragam Persoalan yang Bikin Pernikahan Tak Bahagia

Berbagai masalah sering mempengaruhi hubungan pernikahan. Terapis pun mengungkapkan ancaman-ancaman pada kebahagiaan perkawinan.


Peneliti Ungkap Orang Cenderung Cari Pasangan yang Mirip, dari Segi Apa?

6 hari lalu

Ilustrasi pasangan/Whatsapp
Peneliti Ungkap Orang Cenderung Cari Pasangan yang Mirip, dari Segi Apa?

Banyak yang mengaku memilih pasangan dengan sifat dan kesenangan yang berlawanan tapi penelitian menyebut kebanyakan pasangan memiliki kesamaan.


Kurang Tidur Dapat Berdampak Negatif bagi Kesehatan Otak, Ini Penjelasannya

6 hari lalu

Ilustrasi wanita kurang tidur. Freepik.com/Benzoix
Kurang Tidur Dapat Berdampak Negatif bagi Kesehatan Otak, Ini Penjelasannya

Kurang tidur mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus secara efisien dan mengingat memori.


Antara Psikopat dan Narsisis, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

7 hari lalu

Ilustrasi pasangan posesif/psikopat. Shutterstock
Antara Psikopat dan Narsisis, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

Apa beda psikopat dengan narsisis dan apa pula yang perlu diwaspadai bila punya pasangan psikopat? Psikolog memberi jawabannya.


5 Penyebab Seseorang Bangun Tidur Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia

8 hari lalu

Ilustrasi wanita alami kepala pusing saat bangun tidur. Foto: Freepik.com/Jcomp
5 Penyebab Seseorang Bangun Tidur Lebih Cepat Seiring Bertambahnya Usia

Sebuah penelitian menunjukan bahwa proses penuaan alami bisa mempengaruhi pola tidur karena otak menjadi kurang responsif seiring bertambahnya usia.