Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penyebab Social Loafing, Hal yang Menimbulkan Kemalasan Sosial

image-gnews
Ilustrasi dua wanita bekerja dalam satu ruangan. Foto: Freepik.com/Pressfoto
Ilustrasi dua wanita bekerja dalam satu ruangan. Foto: Freepik.com/Pressfoto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kemalasan sosial atau social loafing istilah yang muncul setelah laporan riset ahli pertanian Prancis Max Ringelmann mempelajari kinerja kelompok, dikutip dari Verywell Mind.

Max Ringelmann meminta peserta dalam risetnya untuk menarik tali sendiri maupun berkelompok. Ketika orang menjadi bagian dari kelompok akan sedikit upaya menarik tali daripada saat bekerja secara individu. Saat berkelompok seseorang cenderung bersikap malas, karena sebagian yang lain bisa mengerjakan.

Penyebab social loafing

1. Kurang Motivasi dan Pembagian Tanggung Jawab

Dikutip dari publikasi Social Loafing Dalam Mengerjakan Tugas Kelompok Ditinjau dari The Big Five Personality Traits pada Mahasiswa, orang-orang yang kurang termotivasi oleh suatu tugas cenderung membiarkan dirinya dalam kemalasan sosial ketika menjadi bagian dari suatu kelompok. Orang yang cenderung malas ketika berkelompok, karena merasa kurang bertanggung jawab secara pribadi terhadap tugas. Kecenderungan memandang upaya individu berdampak kecil terhadap hasil keseluruhan. 

2. Ketaksesuaian Kelompok

Dalam kelompok kecil, orang-orang cenderung merasa upayanya penting, sehingga ingin berkontribusi lebih banyak. Namun, makin besar kelompoknya, semakin sedikit upaya individu yang ingin dilakukan.

3. Meniru Orang Lain

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Muncul dorongan tidak ingin terjebak melakukan semua pekerjaan. Dorongan ini biasanya berada dalam kelompok orang-orang berprestasi tinggi yang mampu mengendalikan segalanya. Itu sebabnya, orang tertentu merasa malas, karena membiarkan mereka yang lainnya menangani semua pekerjaan.

Mencegah Kemalasan Sosial

Kemalasan sosial bisa dibatasi dengan membangun tanggung jawab individu. Dikutip dari Verywell Mind, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan social loafing.

1. Membangun tanggung jawab individu.

2. Membuat kelompok kecil untuk membantu.

3. Menetapkan standar dan aturan yang jelas.

4. Mengevaluasi kinerja individu dan kelompok

5. Menyoroti pencapaian anggota individu

Pilihan Editor: Terasa Malas Saat Berkelompok, Apa Itu Kemalasan Sosial?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pertamina Hulu Rokan Buka Program Magang Kerja Angkatan 5, Pendaftaran Mulai Hari Ini

20 hari lalu

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyapa Perwira Pertamina usai kegiatan mengikuti kegiatan upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2024 yang diselenggarakan di Lapangan Garuda Pertamina Hulu Rokan, Dumai, Riau pada (1/6/2024).
Pertamina Hulu Rokan Buka Program Magang Kerja Angkatan 5, Pendaftaran Mulai Hari Ini

PT Pertamina Hulu Rokan membuka pendaftaran program magang kerja angkatan ke-5 mulai hari ini hingga 9 Juli 2024.


Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

39 hari lalu

Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com
Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

Selain beban dan tekanan kerja yang tinggi, kemunculan gejala migrain juga bisa dipicu kondisi lingkungan tempat bekerja. Bagaimana mencegahnya?


Ragam Penyebab Orang Tinggal di Rumah yang Berantakan

44 hari lalu

Ilustrasi ibu di dalam rumah yang berantakan. ph.theasianparent.com
Ragam Penyebab Orang Tinggal di Rumah yang Berantakan

Ada orang yang memang senang dengan keadaan berantakan dan penyebabnya bukan sekedar malas. Berikut pendapat pakar.


Tak Cuma Gaji, Ada Benefit Lain yang Diincar Gen Z saat Cari Kerja

49 hari lalu

Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia Jobstreet by SEEK saat ditemui usai Konferensi Pers Laporan Eksklusif: Decoding Global Talent 2024 Tren Mobilitas Kerja oleh Jobstreet by SEEK di Gedung RDTX Place, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Tak Cuma Gaji, Ada Benefit Lain yang Diincar Gen Z saat Cari Kerja

Saat mencari kerja Gen Z mempertimbangkan sejumlah benefit yang tidak pernah ditawarkan pemberi kerja pada zaman dulu


Kapan Gaji Pekerja Mulai Dipotong untuk Tapera?

53 hari lalu

Logo Tapera.  Foto : Tapera
Kapan Gaji Pekerja Mulai Dipotong untuk Tapera?

Pemotongan gaji pekerja untuk Tapera berlaku paling lambat pada 2027.


Lima Alasan Kamu Harus Ikut Pameran Bursa Kerja

17 Mei 2024

Para pencari kerja di Job Fair Mega Career Expo
Lima Alasan Kamu Harus Ikut Pameran Bursa Kerja

Hadir di acara bursa kerja merupakan salah satu pilihan strategis untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan


Kerja dan Tinggal di Jerman Semakin Mudah dengan Peraturan Baru, Simak Ketentuannya

14 Mei 2024

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel saat mengunjungi di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 13 Mei 2024. Kunjungan tersebut untuk bersilaturahmi serta wawancara khusus tentang Undang-undang Imigrasi Terampil/ Skilled Immigration Act (FEG).  TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kerja dan Tinggal di Jerman Semakin Mudah dengan Peraturan Baru, Simak Ketentuannya

Berikut peraturan baru untuk mempermudah proses mencari kerja di Jerman bagi warga negara di luar Uni Eropa.


Sekelompok Hakim AS Konservatif Tolak Pekerjakan Lulusan Universitas Columbia Pro-Palestina

7 Mei 2024

Pengunjuk rasa mahasiswa berkemah di dekat pintu masuk Hamilton Hall di kampus Universitas Columbia, di New York, AS, 30 April 2024. Mary Altaffer/Pool via REUTERS
Sekelompok Hakim AS Konservatif Tolak Pekerjakan Lulusan Universitas Columbia Pro-Palestina

Tiga belas orang hakim federal konservatif di AS memboikot lulusan Universitas Columbia karena protes pro-Palestina.


Cara dan Syarat Kerja Legal bagi Orang Asing di Indonesia

24 April 2024

Ketahui cara dan syarat kerja legal bagi orang asing di Indonesia. Pastikan Anda memenuhi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan. Ini ulasannya. Foto: Canva
Cara dan Syarat Kerja Legal bagi Orang Asing di Indonesia

Ketahui cara dan syarat kerja legal bagi orang asing di Indonesia. Pastikan Anda memenuhi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan. Ini ulasannya.


10 Prospek Kerja Jurusan Bisnis Digital, Ada Digital Marketer hingga SEO Specialist

18 April 2024

Berikut ini deretan prospek kerja jurusan Bisnis Digital, di antaranya digital marketing, data analyst, product manager, hingga SEO specialist. Foto: Canva
10 Prospek Kerja Jurusan Bisnis Digital, Ada Digital Marketer hingga SEO Specialist

Berikut ini deretan prospek kerja jurusan Bisnis Digital, di antaranya digital marketing, data analyst, product manager, hingga SEO specialist.