Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rokok, Vape dan Begadang Tingkatkan Risiko Demensia

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Ilustrasi demensia. Shutterstock
Ilustrasi demensia. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Spesialis Neurologi RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono, Ratih Puspa menjelaskan bahwa sejumlah gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi rokok dan vape, serta begadang, dapat meningkatkan risiko demensia.

Dalam siaran "Cegah Demensia Pada Lansia!" oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa 28 Mei 2024, Ratih mengatakan demensia membuat kemampuan kognitif alias kemampuan berpikir secara baik seseorang terganggu.

Selain kemampuan kognitif, kata Ratih, ada pula gangguan pada neuropsikiatri yang akan dialami penderita. Hal ini membuat penderitanya menjadi sering marah-marah, berhalusinasi, atau berjalan-jalan di tengah malam untuk berkegiatan. Dia menjelaskan umumnya hal itu ditemukan pada penderita demensia berat.

Ratih menuturkan demensia banyak ditemui pada orang lanjut usia, karena pada masa itu terjadi proses degeneratif tubuh lansia. Saat itu pula fungsi tubuh manusia menurun. Namun, terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia, contohnya stroke berulang.

Dia menjelaskan di Indonesia jenis demensia yang banyak ditemui adalah demensia vaskular, yang disebabkan oleh stroke. Hal tersebut, menurutnya, karena gaya hidup yang tidak sehat.

Adapun gaya hidup tidak sehat yang dimaksud adalah konsumsi rokok serta vape, dan terlalu sering begadang. Ia mengatakan saat begadang, proses alami dalam tubuh berubah, seperti metabolisme, zat-zat yang mengatur keseimbangan dalam tubuh, sehingga risiko terjadinya demensia meningkat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia menilai apabila dilakukan sesekali untuk bekerja tidak apa-apa, namun jika terlalu sering maka berbahaya. Ia pun menganjurkan agar masyarakat mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, seperti makan sayur-sayuran, buah-buahan, serta sering melakukan aktivitas fisik, contohnya senam lansia.

Ratih mengatakan senam lansia bukan hanya untuk lansia saja, namun bisa dilakukan oleh semua golongan usia, bahkan yang jarang berolahraga sekalipun, karena gerakannya yang mudah. Hal itu, katanya, dapat menjadi awal untuk berolahraga yang lebih intens atau untuk mencoba jenis olahraga lain seperti aerobik.

Adapun faktor-faktor lain yang menyebabkan demensia, menurut dia, seperti trauma akibat kecelakaan dan terbentur hingga harus operasi, sehingga terdapat penurunan fungsi-fungsi otak. Selain itu, lanjutnya, masalah autoimun juga dapat menyebabkan demensia.

Dia menyebut penting untuk memeriksakan diri guna mengetahui risiko terkena demensia, terutama apabila memiliki faktor risiko penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah semisal penyakit jantung, hipertensi, yang diturunkan keluarga.

Pilihan Editor: 5 Cara Mengatasi Risiko Demensia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

12 jam lalu

ilustrasi diabetes (pixabay.com)
Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

Hipertensi dan diabetes melitus menduduki peringkat lima besar penyakit tidak menular di Indonesia. Berikut cara UI memberi edukasi pada masyarakat.


8 Makanan Pencegah Pikun yang Wajib Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Otak

2 hari lalu

Ilustrasi demensia. Shutterstock
8 Makanan Pencegah Pikun yang Wajib Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Otak

Ada banyak makanan pencegah pikun yang bisa Anda konsumsi. Di antaranya sayuran hijau, biji-bijian, hingga minyak zaitun.


Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

4 hari lalu

Anggota Polsek Jonggol mengevakuasi mayat pasutri lansia di sebuah perumahan di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor. Selasa, 16 Juli 2024. Dok. Polsek Jonggol.
Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

Sebelum ditemukan meninggal di rumahnya, korban tidak terlihat sejak Sabtu, 12 Juli lalu.


Hipotensi Ortostatik: Gejala, Penyebab, dan Alasan Rawan Bagi Lanjut Usia

8 hari lalu

Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com
Hipotensi Ortostatik: Gejala, Penyebab, dan Alasan Rawan Bagi Lanjut Usia

Hipotensi ortostatik adalah kondisi medis di mana tekanan darah seseorang turun secara signifikan saat mereka berdiri dari posisi duduk atau berbaring


4 Faktor Penyebab Lansia Panjang Umur hingga 100 Tahun Hasil Riset FKUI

9 hari lalu

Ilustrasi warga lanjut usia (Lansia) dan kesehatan jasmani. ANTARA/Aditya Pradana Putra
4 Faktor Penyebab Lansia Panjang Umur hingga 100 Tahun Hasil Riset FKUI

Tim peneliti menemukan empat faktor utama lansia di dua daerah ini bisa panjang umur hingga mencapai usia 100 tahun.


Studi Fakultas Kedokteran UI Temukan Empat Faktor Warga Lansia Berumur Panjang

10 hari lalu

ilustrasi lansia (pixabay.com)
Studi Fakultas Kedokteran UI Temukan Empat Faktor Warga Lansia Berumur Panjang

Studi Fakultas Kedokteran UI di Gili Iyang dan Dusun Miduana menemukan empat faktor yang menyebabkan lansia bisa berumur lebih panjang.


Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Sakit Kepala Gejala Stroke

10 hari lalu

Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com
Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Sakit Kepala Gejala Stroke

Jarang dipahami, berikut ini beberapa ciri sakit kepala biasa dan sakit kepala stroke yang harus diwaspadai. Ini informasi lengkapnya.


Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

11 hari lalu

Ilustrasi Ring jantung. Vidio/Abott
Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

Pakar menjelaskan pemeriksaan pembuluh darah menggunakan ultrasonografi (USG) bisa membantu upaya untuk mendeteksi dini penyakit arteri perifer.


Berbagai Pemicu Nafsu Makan Lansia Turun

13 hari lalu

Ilustrasi wanita tersenyum pada orang tua atau lansia di panti jompo. shutterstock.com
Berbagai Pemicu Nafsu Makan Lansia Turun

Pakar gizi menjelaskan beberapa penyebab lansia kehilangan nafsu makan. Berikut di antaranya.


Jenis Nutrisi yang Perlu Diasup Lansia Menurut Ahli Gizi

13 hari lalu

Ilustrasi lansia makan sayur. Shuttterstock
Jenis Nutrisi yang Perlu Diasup Lansia Menurut Ahli Gizi

Ahli gizi meminta lansia mengonsumsi banyak makanan berprotein tinggi agar kesehatan tetap terjaga.