Beragan Beri, Beraneka Manfaat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Pascal Rossignol

    REUTERS/Pascal Rossignol

    TEMPO.CO, Jakarta - Buah beri, yang kerap kali disebut arbei atau berry memiliki berbagai varian, seperti beri hitam, beri biru, stroberi, dan goji beri. Di balik bentuk mungilnya, buah beri mampu memberikan manfaat yang tidak mungil. Buah beri memiliki manfaat yang mengejutkan. Berikut manfaat beragam varian beri untuk kesehatan, seperti dikutip laman Daily Mail, Minggu, 4 Agustus 2013.

    1. Beri biru
    Beri biru memiliki kandungan salah satu antioksidan tertinggi yang dimiliki buah. Antioksidan ini mampu melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanker. Tidak hanya itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam  Journal of Bone and Mineral Research menemukan bahwa beri biru dapat membantu mengembangkan massa tulang. Para peneliti menyimpulkan, senyawa yang disebut polifenol (pigmen yang memberikan warna pada buah beri) dapat merangsang pertumbuhan sel tulang. Studi kedua menunjukkan, beri biru bahkan bisa membantu mencegah kehilangan massa tulang setelah menopause.

    2. Stroberi
    Stroberi tidak hanya mengandung lebih banyak vitamin C daripada jeruk, tetapi juga salah satu obat terbaik untuk sembelit. Kandungan serat yang tinggi dari buah ini dikenal untuk membantu meningkatkan fungsi usus. Stroberi dapat membantu membersihkan usus dan meningkatkan kesehatan kolorektal.

    3. Beri hitam
    Sebuah studi yang dilakukan pada hewan menemukan, ekstrak beri hitam dapat meningkatkan keseimbangan, koordinasi, dan memori di otak. Para peneliti menyimpulkan, ini mungkin efek samping dari kandungan antioksidan dan sifat anti-inflamasi yang dikandung buah ini. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh US Human Nutrition Research Center on Ageing menunjukkan, polifenol dalam buah berwarna gelap ini dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan membantu menghapus protein beracun di otak. Diindikasikan, beri hitam mampu melindungi otak dari Alzheimer.

    4. Beri merah
    Beri merah kaya akan kaliym yang sangat penting untuk mengatur tekanan darah serta untuk otot dan tulang. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kram otot, lemas, dan tidak teraturnya detak jantung.

    5. Goji beri
    Goji beri mengandung beta-karoten yang lebih banyak dibandingkan dengan wortel. Kandungan ini membuat goji beri sangat bermanfaat bagi kesehatan mata. Tidak hanya itu, goji beri juga kaya akan zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk haemaglobin yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kekurangan zat besi maka tingkat energi dalam tubuh akan menjadi lemah dan berisiko anemia.

    6. Beri acai
    Buah ini kaya akan kandungan antioksidan. Bahkan, kandungan antioksidannya 2 kali lipat dari beri biru. Buah ini terkenal karena manfaat anti-penuaannya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Emory University School of Medicine di Amerika Serikat menemukan, lalat buah akan hidup tiga kali lebih lama jika mereka diberi suplemen beri acai. Manfaat ini disebabkan oleh kandungan antosianin yang bermanfaat untuk melindungi sel dari kerusakan yang timbul akibat molekul radikal bebas penyebab kanker. Beri jenis  ini juga kaya akan asam amino dan asam lemak omega yang bermanfaat bagi rambut, kulit, dan kuku.

    7. Raspberi
    Beri jenis ini memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Dalam sebuah penelitian yang menggunakan hewan, ekstrak raspberi mampu mengurangi peradangan dan kerusakan tulang. Oleh sebab itu, buah ini dipercaya dapat mengobati arthritis.

    8. Cranberi
    Buah ini dapat menjaga kesehatan kandung kemih. Proanthocyanidins yang dikandungnya bermanfaat untuk menghentikan bakteri E.coli yang menempel pada dinding kandung kemih.

    DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

    Berita Lain:
    Kedelai Bisa Jadi Obat HIV/AIDS

    Lagi, HP Siapkan Smartphone Anyar

    Ex-Bos Windows Dilarang Kerja di 7 Perusahaan Ini

    Cina Blokir Situs Wall Street Journal?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.