Inilah Merpati Pemenang Adu Cepat Bali-Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Merpati pos bernama Si Pecut, sang penjelajah langit Bali-Jakarta milik Tody Santoso (4/10). TEMPO/Choirul Aminuddin

    Merpati pos bernama Si Pecut, sang penjelajah langit Bali-Jakarta milik Tody Santoso (4/10). TEMPO/Choirul Aminuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda seekor merpati sanggup terbang menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer hanya untuk pulang kandang? Si Pecut, seekor merpati pos, menjawab pertanyaan itu dengan bukti. Dia terbang dari Bali ke Jakarta--menempuh jarak sekitar 1.000 kilometer--dengan kecepatan 650 meter per menit dalam tiga hari.

    Ketika juru lepas menerbangkan Si Pecut dan 41 merpati lainnya dari Denpasar, Bali, pada Jumat, 27 September 2013, pukul 05.00 pagi waktu setempat, semula mereka hanya bergerombol berkeliling di atas Pulau Bali. Namun, beberapa jam kemudian, mereka buyar melesat jauh menuju tanah Jawa untuk pulang kandang di Jabodetabek.

    Si Pecut adalah merpati pos berjenis kelamin betina kelahiran 1 September 2012, dengan nomor ring P-12-131120. Kandangnya ada di Tangerang, Banten. Menurut pemiliknya, Tody Santoso, burung ini memiliki banyak keunggulan dan ulet. Dia juara di kelas super derby untuk jarak tempuh Bali-Jakarta.

    Sejak mengikuti lomba yang digelar Lang Lang Buana, klub merpati pos tertua di Indonesia, pada Juni 2013, Si Pecut tak pernah ingkar kandang. "Selalu kembali dalam kondisi sempurna," ujar Tody kepada Tempo dalam sebuah wawancara melalui telepon, Senin, 7 Oktober 2013. "Bahkan dia meraih prestasi bagus ketika lomba terbang dari Yogyakarta, Blitar, dan Madiun," ucap Tody bernada bangga.

    Penerbangan Bali-Jakarta diikuti oleh 42 ekor merpati kelas super derby, derby, dan umum. Di kelas super derby, Tody Santoso merebut juara satu, dua, dan tiga.

    Sedangkan pada kelas derby, Henry Gunawan, Ketua Lang Lang Buana, bertengger pada urutan pertama. Disusul Ishak Hadi, pemilik Miss Gelin yang terjual Rp 50 juta kepada penggemar merpati pos di Bandung, dan pada urutan ketiga ada Lim Suk Pin.

    Pada kelas umum, Ishak Hadi juara pertama. Urutan kedua hingga ketujuh disabet Tody Santoso. Sementara urutan kedelapan ditempati Bagus Setiawan, seorang pengusaha alat berat yang gemar merpati pos.

    Kehebatan Si Pecut akan diuji kembali saat lomba merpati Lombok-Jakarta pada November 2013. Semoga Si Pecut tetap melecut diri untuk menunjukkan kedigdayaannya dalam lomba spektakuler Lang Lang Buana. Tetaplah bersemangat wahai sang kepak.

    CHOIRUL AMINUDDIN

    Berita Terpopuler
    Jawara, Ulama, dan Golkar dalam Dinasti Ratu Atut
    Mercedes Rp 2 Miliar Akil Diatasnamakan Sopirnya
    Jadi Ketua MK, Akil Beli Mercy dan Toyota Crown
    Adik Atut Pernah Diincar KPK pada 2007
    Sidang Disiarkan Live, Majelis Kehormatan MK Marah



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.