Peringatan di Bungkus Rokok Bisa Pengaruhi Remaja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    TEMPO.CO , Jakarta:Para remaja pria yang mulai merokok lebih cenderung untuk berhenti merokok dibandingkan remaja wanita.

    Satu penelitian terbaru mengungkapkan bahwa remaja pria dan wanita yang takut dengan label peringatan di bungkus rokok atau bermain dalam grup olahraga akan cenderung lebih mudah berhenti merokok.

    Studi ini, menurut situs Health Day edisi Selasa, 3 Juni 2014, melibatkan 620 remaja pria dan wanita di Montreal,Kanada,  berusia 12 dan 13 tahun, yang baru saja mulai merokok, atau setidaknya kadang-kadang merokok.

    Sekitar 40 persen lebih dari remaja itu mengatakan bahwa orangtua mereka perokok dan hampir 90 persennya mempunyai teman yang juga merokok. Sekitar 80 persen juga mengatakan bahwa mereka sering melihat guru atau staf lain di sekolah merokok.

    Selama priode lima tahun penelitian, 40 persen dari remaja itu berhenti merokok. Anak lelaki sebanyak 80 persen lebih cenderung berhenti merokok dibandingkan anak perempuan. Remaja yang berusia lebih tua sebanyak 30 persen lebih cenderung berhenti merokok dibandingkan yang usianya lebih muda.

    Para remaja yang mengatakan bahwa label peringatan rokok menakutkan ternyata 44 persen lebih cenderung untuk berhenti merokok dan mereka yang bermain dalam klub olahraga 40 persen lebih cenderung untuk berhenti merokok. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

    Faktor-faktor yang memungkinkan mereka untuk berhenti merokok antara lain tekanan dalam keluarga, kepedulian tentang berat badan, menjadi kelebihan berat badan, penggunaan obat-obatan terlarang dan kecanduan rokok.

    "Secara keseluruhan, hasil ini mendukung pernyataan bahwa kebiasaan sehat keluarga, termasuk norma tidak merokok dan perubahan positif akan mempengaruhi para perokok baru untuk berhenti merokok," kata penulis hasil riset, Jennifer O'Loughlin, seorang profesor di departemen sosial dan pencegahan obat di University of Montreal.

    Orangtua yang merokok seharusnya memahami efek dari kebiasaan mereka pada anak-anaknya dan keluarga.  "Mereka seharusnya bekerja sama dengan profesional untuk mengidentifikasi dan menurunkan penyebab stres dalam keluarga. Orangtua harus terlibat dengan anak mereka dalam kegiatan olahraga atau aktivitas menyehatkan lainnya," ujar O'Loughlin.



    HEALTH DAY|ARBA'IYAH SATRIANI
    Berita Terpopuler:

    Gelar 'Revolusi Wangi' Trio Lestari Tanpa Jokowi 

    PKB Bangkalan Bantah Dukung Prabowo 

    SBY Sebut Kinerja Sepuluh Kementerian Buruk

    Tri Uji Coba Teknologi LTE 

    Volkswagen Luncurkan Dua Seri Terbaru




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.