Kaum Lansia Sering Menyimpan Depresi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang wanita lansia, berkursi roda, menyimak khutbah Shalat Idul Adha di area Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Bandung, Sabtu, 4 Oktober 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Seorang wanita lansia, berkursi roda, menyimak khutbah Shalat Idul Adha di area Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Bandung, Sabtu, 4 Oktober 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Masalah penuaan tidak belaka soal fisik, tapi juga sering direnteti masalah kejiwaan. Hal ini berlaku khususnya bagi mereka yang sudah pensiun dan menderita komplikasi penyakit. "Hanya 10 persen yang cari bantuan," kata psikolog Harucha Tamlicha dalam acara bertajuk Kualitas Hidup Lansia Tanggung Jawab Bersama di RSU Bunda Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2014. (Baca: Lansia Dukung Orasi Prabowo)

    Sisanya, 90 persen, merasa bahwa perubahan kondisi kejiwaan adalah hal yang wajar. Haruscha mengatakan, dari sisi psikologis, perubahan perilaku yang terlalu drastis adalah indikasi gangguan jiwa. Sayang, kata dia, biasanya para orang tua tersebut cenderung diam. Mereka malas mengutarakan keluhan lantaran menganggap hal itu adalah bagian dari penuaan.

    Saat itulah kerabat ataupun sejawat mereka bertugas mendeteksi kondisi tersebut. Apalagi, kata psikolog di RSU Bunda ini, kalau para sesepuh ini sudah memiliki faktor risiko. Misalnya, sudah ditinggal pasangan hidupnya, mengalami penurunan fungsi tubuh--seperti kemampuan pendengaran berkurang--punya masalah keuangan, dan terjadi perubahan fisik. (Baca: Pasangan Lansia Minta Disuntik Mati)

    Gejala yang harus diwaspadai, antara lain, kata Haruscha:
    1. Rasa sedih berlarut-larut.
    2. Perasaan lebih sensitif: mudah menangis dan mudah bahagia secara berlebihan.
    3. Bersikap pesimistis dengan tidak menunjukkan semangat hidup.
    4. Nafsu makan berubah: menjadi makan terlalu banyak atau justru enggan makan.
    5. Gampang lelah.
    6. Penurunan nafsu seksual hingga tidak bernafsu sama sekali.
    7. Memiliki pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

    Dokter spesialis penyakit dalam, Aulia Rizka, mengatakan para manula butuh interaksi dengan orang lain. "Sering ajak bepergian, yang banyak interaksinya," katanya. Rasa bersama-sama, ia menambahkan, bisa menurunkan tingkat depresi dan mengurangi pikun.

    DIANING SARI

    Berita Terpopuler
    Ini Kata JK Soal Sri Mulyani Jadi Calon Menteri
    Lukman Hakim Jadi Bintang di Muktamar PPP 
    Dikunjungi Mbah Moen, Jokowi: Sinyal Koalisi Kuat 
    Perpu Pilkada Bisa Hambat Ahok Jadi Gubernur? 
    Menantu Hendropriyono Jadi Danpaspamres Jokowi



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah dan KPU Putuskan Pemilu Serentak 14 Februari 2024, Begini Jadwalnya

    Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024. KPU telah membuat rancangan tahapan dan jadwal pemilu meliputi pemilhan Presiden, DPR, DPRD, dan DPD.