Hari Ibu, Christine: Indonesia Punya Ibu Pertiwi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Christine Hakim. Antara/Irwansyah Putra

    Christine Hakim. Antara/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta -Merayakan Hari Ibu pada 22 Desember selalu menjadi hari yang bermakna dalam hidup Christine Hakim. Aktris senior kelahiranKuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1956 ini mengatakan. (Baca:  http://www.tempo.co/read/news/2014/12/17/174629009/Cara-Christine-Hakim-Sambut-Libur-Sekolah)

    "Ibu itu sosok penting dalam kehidupan seseorang. Peran ibu sangat penting, luar biasa  dan tidak akan bisa dilupakan.  Indonesia memiliki Ibu Pertiwi yang dalam bahasa yang sangat sarat makna bila Ibu Pertiwi bersedih. Kemudian ada sebutan Ibu Negara yang menjadi contoh, tauladan bukan sekedar kebangaan. lalu Ibukota. Nah, begitulah pentingnya peran seorang ibu," kata pemeran Cempaka dalam film layar lebar Pendekar Tongkat Emas yang kini diputar di seluruh bioskop Indonesia ini, panjang lebar.

    Ibu, menurut Christine merupakan pertumbuhan cikal bakal lahirnya manusia dalam menjalankan peran kehidupan.

    "Saya selalu mengangungkan sosok ibu. Buat saya sosok ini adalah segalanya. Saya sebetulnya lebih setuju Hari Ibu merupakan harinya perempuan Indonesia. Bukan 21 April hanya khusus pada perjuangan seorang ningrat perempuan bernama Raden Ajeng Kartini," kata Christine pada Sabtu, 20 Desember 2014. (Baca: http://www.tempo.co/read/news/2014/12/07/219626923/Christine-Hakim-Ibarat-di-Film-Ahok-Peran-Utama)

    Dengan semangat mantan pemenang dan peraih Piala Citra ini menuturkan dalam sebagian kisah perjuangan Indonesia selalu ada peran Ibu dan kaum perempuan. Dia menyebutkan di Jawa tak hanya perjuangan RA. Kartini dan Dewi Sartika. Tetapi di daerah lain, Aceh mengenal Tjut Nyak Dhien, Cut Meutiah,  kemudian ada Laksamana Malahayati atau “Keumalahayati”, Ratu Inayat Zakiatuddin Syah, Pocut Baren dan Pocut Meurah Intan. Di Maluku ada Christina Martha Tiahahu. "Pokoknya, memang Indonesia memiliki pejuang para Ibu atau wanita. Tak heran hanya kita negara yang memiliki sebutan Ibu Pertiwi," katanya semangat.

    Demi menghormati peringatan hari ini, Christine menyerukan bukan sebatas peringatan serimonial. (Baca: http://www.tempo.co/read/news/2014/12/07/219626923/Christine-Hakim-Ibarat-di-Film-Ahok-Peran-Utama)

    "Yang utama, adalah bagaimana memaknai hari ini dengan jujur bertanya apakah kita sudah memberikan atau melakukan yang terbaik buat ibu yang sudah membuat kita lahir dan ada di dunia ini," katanya.

    Khusus Hari Ibu, christine biasanya mengajak atau mengundang ibunya ke rumah. "Enggak ada perayaan khusus, tapi biasanya saya meluangkan waktu untuk bicara atau cerita banyak hal dengan ibu. Saya dan ibu kompak, jadi kalau sudah bersama bisa melakukan banyak hal menyenangkan," kata Christine yang biasanya melakukan kegiatan masak bersama. (Baca: http://www.tempo.co/read/news/2014/11/07/111620169/Christine-Hakim-Film-Produk-Kebudayaan)

    HADRIANI P
    Terpopuler
    Tak Bisa Lakukan Ini, Anda Beresiko Kena Stroke
    Bagaimana Gejala Depresi pada Pria? 
    5 Cara Agar Anak Tidur dengan Nyaman 
    Dokter Kulit: Putihkan Kulit 7 Hari Tidak Mungkin
    Gaya Khas Kimmy Jayanti, Rambut Cepak Blonde



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.