Ingin Jantung Sehat, Banyak Makan Biji-bijian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Scott Heppell

    AP/Scott Heppell

    TEMPO.CO , Amerika Serikat: Berhenti merokok, berolahraga, dan makan makanan yang sehat adalah cara yang tepat dan terbaik dalam merawat jantung. Diet dan perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah penyakit jantung, meningkatkan fungsi kardiovaskular, dan membantu usia hidup menjadi lebih lama. (Baca: 3 Makanan Sehat Ini Bantu Merawat Jantung)

    Namun, banyak perdebatan tentang apa sebenarnya yang harus dimakan untuk  untuk kesehatan jantung yang optimal? Ada beberapa cara diet sederhana yang dapat memberikan perubahan signifikan.

    Misalnya, diet Mediterania dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung. Sebab, orang yang tinggal di wilayah ini suka makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, minyak zaitun, makanan laut dan daging tanpa lemak.  Ini yang menjadi rahasia mengapa mereka berpotensi lebih rendah kena penyakit jantung. (Baca: Pernikahan Tak Bahagia Picu Penyakit Jantung)

    Makanan berserat juga bagus. Serat yang ditemukan dalam makanan seperti gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

    Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa biji-bijian dapat memperlambat laju perkembangan penyakit jantung. Tim Peneliti dari US Department of Dietary Guidelines merekomendasikan agar sehat perlu mengkonsumsi biji-bijian setiap hari. Misalnya, gandum utuh, oatmeal, biji jagung utuh, popcorn, beras merah, beras, bulgur, millet dan quinoa.


    RIZAL | WEBMD

    Terpopuler
    Drone, Seperti Burung Dara yang Bisa Kembali

    Drone, Menggantikan Tren Remote Control Mobil

    Hati-hati, Kurang Vitamin D Sebabkan Kanker Usus 

    Bugar dengan Setruman Listrik 

    Jurus Memperbesar Payudara Secara Instan  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.